a. Pengertian Pendekatan Kontekstual
Pendekatan kontekstual yaitu teori belajar mengajar yang memudahkan guru menautkan antara materi yang akan disampaikan dengan lingkungan peserta didik dan membawa peserta didik mengaitkan materi pelajaran yang diketahui peserta didik dengan lingkungan sekitarnya (Tusdia and Rosyana, 2021). Sejalan dengan pendapat (Parhan and Sukaenah, 2020) pendekatan kontektual adalah menghubungkan antara materi yang akan diajarkan dengan pengetahuan yang harus dimiliki peserta didik sesuai dengan keadaan dan lingkungan peserta didik. Selanjutnya (Nuryana, 2021) juga menyatakan Pendekatan kontekstual merupakan pendekatan yang memudahkan guru dalam menghubungkan materi pelajaran dengan tempat tinggal peserta didik dan meminta peserta didik untuk mengaitkan apa yang peserta didik pelajari dengan lingkungan nyata.
b. Karakteristik Pendekatan Kontektual
Adapun karakteristik pendekatan kontektual menurut (Nuryana, 2021) yaitu: 1) Terciptanya kolaborasi sesama peserta didik, 2) berkolaborasi dalam mencapai tujuan pembelajaran 3) Kegiatan belajar mengajar akan sangat menyenangkan 4) Kegiatan pembelajaran lebih terukur dan terpadu 5) Mamakai banyak rujukan teori dalam membuat materi ajar 6) Peserta didik aktif dan berpatisispasi dalam pembelajaran 7) Peserta didik mampu bertukar pikiran dengan temannya 8) Rasa ingin tahu peserta didik meningkat sehingga guru dituntut untuk seslalu kreatif. 9) Ruang kelas seperti dinding dipenuhi dengan hasil kerja peserta didik seperti madding, peta, gambar hasil karja peserta didik dan lain-lain. 10) Setiap karya peserta didik, laporan hasil pratikum, nilai, dan lain-lain dilaporkan kepada wali murid.
Selanjutnya karakteristik pendekatan kontekstual juga dijelaskan (Jusran, 2018): 1) Pembelajaran dalam kontekstual adalah pendekatan merangsang pengetahuan sebelumnya dapat juga diartikan materi yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang dipelajari sebelumnya, jadi pengetahuan yang akan didapatkan peserta didik adalah adanya pengetahuan. 2) Pembelajaran keterkaitan pada antar pendekatan kontekstual yaitu pembelajaran yang selalu memberikan pengetahuan baru kapada peserta didik. Pengetahuan baru tersebut didapatkan dengan cara menyeluruh atau deduktif. 3) Ilmu pengetahuan yang didapat tidak untuk dihafal tapi untuk diyakini dan dipahami, contohnya meminta respon dari peserta didik mengenai pengetahuan yang didpatkannya dan berdasarkan respon tersebut setelah itu dikembangkan 4) Mempraktekkan pengalaman dan pengetahuan tersebut. Pengalaman dan pengetahuan didapat bisa diterapkan di kehidupan peserta didik, sehingga terlihat perubahan perilaku peserta didik. 5) Malaksanakan refleksi penggunaan strategi pengembangan pengetahuan. Manfaatnya adalah penyempurnaan perbaikan.
c. Langkah-Langkah Pembelajaran Kontekstual
Pendekatan kontekstual ada tujuh langkah pembelajaran menurut (Jusran, 2018) yaitu: 1) Merangsang pola pikir peserta didik agar proses pembelajaran lebih berarti baik dengan cara kerja mandiri, mencari sendiri, dan menemukan sendiri ilmu pengetahuan dan memiliki keterampilan baru. 2) Semua topik yang diajarkan sebisa mungkin diusahakan kegiatan inquiry. 3) Menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik sehingga peserta didik tertarik untuk bertanya 4) Memunculkan kelompok belajar, sehingga peserta didik mampu berdiskusi, Tanya jawab, dan lain-lain. 5) Memunculkan model sebagai contoh pembelajaran, melalui gambaran, bisa juga dengan media kongkret. 6) Setiap pembelajaran yang telah dilakukan selalu adakan refleksi. 7) Melakukan penilaian yang sebenarnya sesuai kemampuan peserta didik.
d. Unsur-unsur Pendekatan Kontekstual
Ada enam unsur pendekatan kontektual menurut (Anggraini, 2010) yaitu: 1) Pembelajaran bermakna Relevansi, pemahaman, dan penghargaan individu peserta didik bahwa peserta didik terlibat langsung terhadap materi yang dipelajarinya. Pembelajaran harus sesuai dengan kehidupan peserta didik. 2) Penerapan pengetahuan Keterampilan dalam menentukan apa yang akan dipelajari dilakukan sesuai dengan masa kini dan yang akan datang 3) Berkpikir tingkat lebih tinggi Peserta didik dididik untuk berfikir kreatif dan kritis dalam mendapatkan informasi, mengerti situasi terkini sehingga mampu memcahkan suatu maslah 4) Kurikulum yang berdasarkan standar dikembangkan Materi ajar berkaitan dengan bermacan standar asosiasi, local, industri dan Negara bagian 5) Responsif terhadap budaya Pendidik dapat menghargai dan memahami keyakinan, nilai-nilai dan kebiasaan peserta didik, teman-teman pendidik dan mayarakat lingkungan mendidik. Krelasi antar kebiasaan, dapat berpengaruh terhadap cara mengajar pendidik. Ada empat pandangan yang harus dipertimbangkan yaitu kelompok peserta didik (seperti tim atau keseluruhan kelas), : individu peserta didik, dan tatanan masyarakat yang lebih besar, tatanan sekolah. 6) Penilaian autentik Penerapan bermacam strategi penilaian yang sesuai memperlihatkan hasil belajar yang otentik yang diingi kan dari peserta didik. Strategi ini meliputi penilaian atas penggunaan portofolio, proyek dan kegiatan peserta didik, rubric, panduan pengamatan, dan ceklis. Selain mengajak peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran dan menilai sendiri hasil kerja mereka dan berfungsi untuk melatih mereka untuk menulis.
Selanjutnya (Jusran, 2018) menyatakan bahwa ada empat unsur pendekatan kontekstual yaitu: 1) Menetapkan fokus serta tujuan akhir dan target yang harus dicapai, dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. 2) Memilih pendekatan yang paling tepat untuk mencapai target. 3) Mengidentifikasi langkah-langkah yang akan dilalui dari awal sampai dengan target yang ingin dicapai. 4) Mengidentifikasi kriteria dan tolak ukur untuk menilai tingkat keberhasilan usaha.
Selengkapnya dapat diakses dalam link berikut: