Tampilkan postingan dengan label Teori Behaviorisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori Behaviorisme. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 April 2024

Teori Belajar Bahasa

Bahasa merupakan keterampilan masing-masing personal untuk mengutarakan sesuatu guna dalam menyampaikan informasi. Harras & Bachari (2009) mengemukakan bahwa bahasa merupakan suatu cara dalam berkomunikasi dengan menggunakan teknik yang arbiter dan lazim. Pembelajaran bahasa juga terdapat teori-teori beajar bahasa diantaranya (Hastuti and Neviyarni, 2021): 

1. Pendekatan Pengkondisian 

Pendekatan pengkondisian dalam pembelajaran bahasa membuat pedoman bahwasanya prinsip-prinsip dasar pengondisian merupakan cara untuk mempelajari bahasa. Artinya pengimplementasian pemahaman pembelajaran bahasa diperoleh dari pilar pengkondisian yang diturunkan sejak studi organisme tingkat rendah. B. F. Skinner merupakan satu diantara psikolog awal yang mengusulkan menggali secara mendalam tentang perilaku bahasa dari perspektif pengkondisian. Penguatan respons verbal yang sesuai dapat menghasilkan perilaku oral dan perilaku lainnya. Skinner menyatakan bahwasanya ada dua macam penguatan diantaranya penguatan positive, penguatan negative dan hukuman (Santrock 2001). Dengan demikian dapat disimpulkan pendapat skinner bahwa perilaku oral sama dengan lainnya sesuai dengan yang dibahas penguatan respon yang benar. 

2. Pendekatan Psikolinguistik 

 a. Pengertian Pendekatan 

Psikolinguistik Manusia memiliki ciri-ciri yang unik sehingga mampu menangkap sebuah bahasa melalui pengembangan dengan ketentuan yang abstrak. Bahasa merupakan pembelajaran yang tidak terlepas dari apa yang diutarakan para linguistik. Anggapan orang tentang bahasa yaitu berhubungan dengan kebiasaan seperti interaksi dilingkungan sosial dapat memakai teknik pembelajaran yang original dengan strategi komunikatif dan sosiolinguistik (Saepudin 2018). Sedangkan (Saputra Tanjung and Lubis, 2019) menyatakan psikolinguistik merupakan suguhan bahasa yang dipelajari sejak dini dapat memenuhi kebutuhan tingkatan cara berekpresi dan berkomunikasi dengan benda-benda yang ada di sekitar. Selanjutnya (Kadir, 2017) menjelaskan psikolinguistik yaitu Pembelajaran tentang cara berfikir dengan bahasa yang digunakan. 

b. Ciri-Ciri Pendekatan Psikolinguistik (Kadir, 2017) menyatakan: 1. bersifat aksiomatik 2. Tercipta dari beberapa ide/gagasan 3. pendekatan dapat melahirkan metode.


Selengkapnya dapat diakses dalam link berikut:

Beli Buku        Google Scholar        Research gate        DOI

Rabu, 07 Juni 2023

Teori Belajar Bahasa Indonesia



Teori Konstruktivisme
Teori ini dicetuskan oleh dua ahli yaitu Lev Vygotsky dan Jean Piaget pada tahun 1978 (Schunk, 2012). Beberapa pembelajaran yang menggunakan teori ini memiliki karakteristik: a. menekankan pada proses belajar bukan mengajar; b. siswa didorong mandiri dan inisiatif; c. siswa didorong melakukan penyelidikan; d. peran pengalaman kritis saat belajar; e. rasa ingin tahu didorong secara alami;

Teori Behaviorisme
Teori ini dicetuskan oleh B. F. Skinner, Ivan Pavlop,J. B. Watson, dan E. L. Thorndike pada tahun 1920-an. Teori ini menyatakan bahwa perubahan perilaku manusia dipengaruhi oleh stimulus. Ada beberapa prinsip dalam teori ini (Takemura, 2014): a. Proses belajar harus mengikuti karakteristik siswa; b. Hasil belajar harus disampaikan kepada siswa, jika salah segera diperbaiki, jika benar segera dikuatkan; c. Tidak boleh memberikan hukuman; d. Guru lebih banyak memberikan instruksi daripada ceramah, disertai contoh; e. Pembelajaran berorientasi pada tindakan dan hasil yang dapat diukur; f. Pengulangan dan latihan diperlukan untuk menjadikan pembiasaan; g. Perilaku diharapkan mendapat penguatan positif, perilaku tidak diharapkan mendapat penguatan negatif.

Teori Humanistik
Teori ini dicetuskan oleh A. Maslow, Carl Rogers, dan Howard Gardner pada tahun 1960-an. Teori ini menyatakan bahwa tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia serta memandang manusia dari aspek filosofis dan psikologisnya (Schunk, 2012). Ada beberapa prinsip yang digunakan teori ini. a. Siswa dikatakan belajar optimal apabila materi memiliki relevansi dengan kebutuhan dan dunianya; b. Belajar harus sesuai dengan persepsi tentang diri pelajar; c. Belajar akan lebih efektif dan bermakna jika siswa terlibat langsung dan mempraktikkannya; d. Belajar menjadi menyenangkan jika siswa mengetahui manfaatnya; e. Kebermaknaan belajar diperoleh jika didasarkan pada kesadaran bukan paksaan; f. Siswa akan mudah memahami materi jika lingkungan kondusif, tenang, dan mendukung; g. Guru berperan sebagai fasilitator.

Teori Kognitif
Teori ini berkembang pada abad 20-an. Menurut teori ini belajar adalah pengaturan stimulus struktur kognitif yang telah terorganisir dalam pikiran siswa berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya (Schunk, 2012). Beberapa prinsip yang dipegang oleh teori ini yaitu: a. Belajar merupakan kegiatan yang berangsur-angsur; b. Belajar harus diawali dari yang mudah menuju ke sulit atau dari yang konkret menuju ke abstrak; c. Latar belakang pengetahuan siswa harus diketahui untuk menentukan langkah berikutnya; d. Pembelajaran berpusat pada siswa dengan mengedepankan proses berpikir; e. Materi dan model menjadi kunci suksesnya pembelajaran; f. Stimulus dari guru diperlukan untuk membangkitkan rasional siswa

Teori Sibernetik 
Teori ini mirip dengan teori Kognitif yaitu mengandalkan pengolahan informasi untuk proses berpikir. Proses belajarsibernetik ditentukan oleh sistem informasi dan proses pengolahannya (Maltz, 2015). Cara belajar sibernetik dapat terjadi apabila siswa mengolah informasi yang diterima, memantau proses pengolahannya, dan menyusun strategi yang tepat sesuai informasi tersebut. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat menerapkan teori ini, Selengkapnya...


 

Pendekatan Kontekstual

 a. Pengertian Pendekatan Kontekstual  Pendekatan kontekstual yaitu teori belajar mengajar yang memudahkan guru menautkan antara materi...