Tampilkan postingan dengan label modelling teks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modelling teks. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Desember 2023

Model Pembelajaran Bahasa

Model pembelajaran tentu sudah tidak asing dalam kegiatan belajar dan mengajar. Model pelajaran sebagai cara yang dipilih guru untuk memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran. Model pelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi, misalnya; kategori mata pelajaran, cakupan materi, usia, level sekolah lingkungan sekitar dan lain-lain. Namun, jika salah memilih model pembelajaran akan menjadi tidak oftimal atau tidak berfungsi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual dan operasional pembelajaran yang memiliki nama, ciri, urutan logis, pengaturan dan budaya (Kemendikbud, 2014).

Model pembelajaran berperan untuk membentuk pola pembelajaran berpusat pada siswa. Model pembelajaran merupakan prosedur sistematis dalam mengelola kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap pembelajaran akan menggunaka model pembelajaran yang sesuai situasi, kondisi dan kebutuhan siswa. Bahasa Indonesia sebagai bidang ilmu yang dipelajari di semua level pendidikan Indonesia mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Empat keterampilan berbahasa yakni membaca, menulis, berbicara dan menyimak. Model pembelajaran membaca dapat dilakukan dengan pendekatan proses menggunakan strategi anticipation guide, strategi DRTA (directed, reading, thinking activity), strategi KWLA (know, want, learned, affect), strategi directed inquiry activity, strategi OH RATS (overview, headings, read, answer, test-study), strategi SQ3R (survey, question, read, recite, and review), strategi ECOLA (extending, concept, throught, language, activity).

Sementara model menulis dengan pendekatan proses dapat dilakukan dengan strategi sentence collection, sedangkan pembelajaran sastra menggunakan model strata, induktif, analisis, sinektik, bermain peran, sosiodrama dan simulasi (Syamsi, 2010). Pada kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka ada tiga model pembelajaran yang ditekankan untuk digunakan dalam proses pembelajaran yakni; 1) Problem based learning/PBL, 2) Project based learning/PjBL, dan 3) Discovery learning/DL. Model-model pembelajaran selalu berkembang menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Para ahli dan akademisi selalu berusaha untuk mengembangkan model pembelajaran. 

Pengembangan model pembelajaran untuk menciptakan kondisi belajar yang bermakna dan siswa dapat mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan nyata. Adapun model-model pembelajaran yang popular dalam kondisi wabah diantaranya; 1) model ASIIK, 2) model SOLE, 3) model Flipped Classroom, 4) model Blended Learning, 5) Model Descovery-Inquiry, 6) Model Game. Selengkapnya dapat diakses dengan link berikut:

Beli Buku        Google Scholar        Research Gate     DOI

Kamis, 06 Juli 2023

Rasionalitas Mata Pelajaran Bahasa & Sastra Indonesia

 

Ada empat tahap kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Bahasa dengan pedagogi genre. Yang pertama yaitu membangun konteks(building knowledge). Dalam tahap ini guru mengajak siswa untuk sekilas mereviu apa yang sudah dipelajari di minggu sebelumnya, dan memberi arah apa yang akan mereka pelajari saat itu. Guru mulai mberi sedikit informasi yang berkaitan dengan materi. Memberi beberapa umpan pertanyaan yang mengarah pada materi yang akan dibahas. 

Tahap kedua adalah pemodelan (modelling teks). Pada tahap ini biasanya guru memberikan model teks ber-genre (narasi, deskripsi, eksposisi, prosedural, review, dan lain-lain) dengan dilengkapi tujuan atau fungsiteks tersebut, karakter linguistiknya, dan struktur teksnya. Pada tahap awal ini guru memberikan model teks yang bisa diamati siswa atau teks yang dapat disimak. Biasanya ini dalam bentuk kemampuan reseptif dengan bantuan teks, audio, atau audiovisual (Ramadania, 2016). 

Yang ketiga adalah pembimbingan (joint construction) adalah mengonstruksi teks bersama. Pada tahap ini siswa diajak untuk mengonstruksi pemikiran mereka berdasarkan teks yang diberikan. Secara berkelompok, siswa diajak untuk menganalisis dari segi struktur bahasa, ciri linguistiknya, nilai sosialnya, dan tujuan sosialnya. Siswa kemudian diajak untuk membuat teks yang bertipe sama dengan teks yang dicontohkan. Dalam tahap ini guru melakukan supervisi ke masing-masing kelompok. Selain diminta untuk membuat teks, kegiatan lain seperti melengkapi dialog, meringkas, membuat bagan, dan beragam kegiatan konstruksi teks-teks. Karena pengerjaan secara berkelompok pada tugas ini, siswa akan merasa lebih mudah melakukannya.

Tahap selanjutnya adalah mengonstruksi teks secara mandiri. Tahap ini adalah tahap puncak dari pendekatan pedagogi genre. Secara mandiri siswa dapat menciptakan sebuah teks seperti yang ada pada pemodelan. Dan siswa dapat memproduksi teks tersebut dalam bentuk tertulis ataupun lisan. Jadi produk yang diciptakan oleh siswa ini adalah kemampuan menulis dan kemampuan berbicara dan mempresentasikan mereka. Siswa dapat menggunakan sumber-sumber dari manapun. Bukan hanya dari buku saja akan tetapi bisa dari media, internet dan sumber-sumber lain yang bisa diakses oleh siswa baik dalam bentuk online maupun offline.

Berdasarkan pendekatan berbasis produk dan berbasis proses, pendekatan berbasis genre dikembangkan sebagai pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman, penguasaan dan produksi genre teks yang dipilih. Pendekatan berbasis genre memandang menulissebagai praktik sosial dan budaya. Genre terdiri atas berbagai jenis wacana lisan atau tertulis yang diklasifikasikan menurut isi, bahasa, tujuan, dan bentuk. Namun, dalam konteks linguistik, istilah tersebut mengacu pada kategori wacana yang khas dari jenis apapun, lisan atau tulisan. Genre adalah kelas peristiwa komunikasi dengan tujuan tertentu, dan kontekssosial membentuk prosesnya. Dalam konteks penulisan, genre digunakan untuk mengelompokkan teks-teks yang memiliki gaya kebahasaan yang khas yang membahas peristiwa yang berulang, memiliki gaya konvensional, pembaca tertentu, dan tujuan tertentu (Ganapathy et al., 2022). Selengkapnya.....

Pendekatan Kontekstual

 a. Pengertian Pendekatan Kontekstual  Pendekatan kontekstual yaitu teori belajar mengajar yang memudahkan guru menautkan antara materi...