Tampilkan postingan dengan label dan filsafat bahasa biasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dan filsafat bahasa biasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Desember 2023

Karya Sastra

Menghasilkan karya sastra merupakan salah satu kegiatan yang mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS diwujudkan melalui kegiatan wajib membaca 15 menit setiap hari. Kemudian siswa diminta untuk menceritakan isi dan makna dari bahan yang ia baca, baik secara lisan maupun tulisan. Sehingga siswa tidak hanya membaca tetapi melek huruf dan memaknai semua teks yang ia baca. Siswa sekolah dasar pada umumnya lebih menyukai buku bergambar (picture book).

Rothkei dan Mainbach (dalam Krissandi dkk, 2018) membedakan buku bergambar ke dalam lima jenis, yaitu: buku abjad, buku mainan, buku konsep, buku bergambar tanpa kata, dan buku cerita bergambar. Dari lima jenis buku bergambar, siswa lebih menyukai buku cerita bergambar karena di dalamnya memuat teks tertulis yang berbentuk cerita, terdapat ilustrasi yang menggambarkan makna teks tertulis. Sehingga pembaca dari buku cerita bergambar akan berimajinasi terkait cerita yang disampaikan, dan bahkan terdapat anak yang akan menebak alur dan bagian akhir dari cerita sebelum mereka membaca hingga selesai.

Penggunaan buku cerita bergambar mendukung kegiatan apresiasi sastra pada diri anak, dan mengembangkan berbagai kompetensi bahasa seperti komunikasi lisan, proses berpikir kognitif, ungkapan perasaan melalui kata-kata dan ilustrasi cerita, serta meningkatkan kepekaan seni dan sastra pada diri anak. Setiap karya sastra mempunyai unsur atau struktur pembangun setiap jenis sastra. Abrams (dalam Nurgiyantoro, 2005) mengemukakan bahwa struktur karya sastra dapat diartikan sebagai susunan, seluruh bahan dan bagian yang menjadi komponen pembentuk sebuah keutuhan yang indah. Selengkapnya dapat diakses dalam link berikut:

Beli Buku        Google Scholar        Research Gate        Doi

Senin, 05 Juni 2023

Peranan Filsafat Bahasa dalam Mengembangkan Ilmu Bahasa

 



Suryono (2002) mengatakan bahwa uraian terdahulu telah membicarakan tentang pengertian filsafat bahasa dan sudah di uraikan hubungan filsafat dengan bahasa yang sangat erat dan sangat penting. Begitu pula dengan peranan (kegunaan) filsafat bahasa itu sangat penting pada pengembangan bahasa karena filsafat bahasa itu adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akan mengenai hakikat bahasa, sebab asal hukumnya. Jadi pengetahuan dan penyelidikan terfokus kepada hakikat bahasa, juga sudah termasuk perkembangannya. Sebab dan asal mula bahasa pada dasarnya perkembangan aliran filsafat analitika bahasa meliputi tiga pokok aliran, yakni aliran atomisme logis, positivisme logis, dan filsafat bahasa biasa. Aliran inilah yang menjadi pengaruh yang sangat kuat dibandingkan aliran yang lain (Balai Bahasa Yogyakarta, 2003) selengkapnya...

Pendekatan Kontekstual

 a. Pengertian Pendekatan Kontekstual  Pendekatan kontekstual yaitu teori belajar mengajar yang memudahkan guru menautkan antara materi...