Tampilkan postingan dengan label Alat komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alat komunikasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 September 2023

Makna dan Bentuk Bahasa Indonesia

Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa untuk memberikan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pada lawan berkomunikasi. Berbahasa yang baik adalah berbahasa yang mempunyai makna. Sebenarnya makna itu sendiri apa? Jika diberikan pertanyaan seperti ini tentu akan dijawab dengan penjelasan yang berupa kata-kata dan kalimat. Makna adalah sistem lambang atau sistem tanda yang diwujudkan dalam satuan-satuan bahasa seperti leksem, frasa, kalimat dan lain sebagainya (Chaer & Muliastuti, 2014). Jika dikaji lebih jauh terkait makna bahasa akan memberikan ulasan arti makna berbahasa. Makna bahasa mengacu pada yang kita artikan atau apa yang kita maksudkan (Amelia, F., Anggraeni, 2017). Berkomunikasi menjadi bermakna jika yang dimaksudkan tersampaikan dan direspon lawan komunikasi.

Makna yang disampaikan dalam bentuk pesan sering terjadi salah pengertian atau terjadi tangkapan informasi yang keliru. Kesalahan dalam memahami bahasa dapat diminimalisir dengan mempelajari semantik atau ilmu yang mengkaji makna bahasa (Amelia, F., Anggraeni, 2017). Pemaknaan kata-kata yang dipahami seseorang disebabkan lingkungan sekitar individu itu sendiri. Pengaruh bahan bacaan, intraksi sosial, gambar, video, suara dan lain sebagainya. Beberapa alasan yang menyebabkan makna sesuatu mengalami perbedan seperti melihat dan mendengar dari media masa, mendengar dari masyarakat, kebiasaan sehari-hari dan melihat makna (kata) dalam kamus besar Bahasa Indonesia atau KBBI (Ramadan & Mulyati, 2020).

Pemaknaan didasari dengan penamaan sesuatu objek atau sesuatu yang lainnya. Ada faktor yang menyebabkan penamaan direspon secara berbeda oleh lawan komunikasi kita. Faktor penamaan bunyi, penyebutan sifat khas, penyebutan bagian, penemu atau pembuat pertama kali, tempat asal, bahan, keserupaan dan pemendekan (Amelia, F., Anggraeni, 2017). Selain makna bahasa juga memiliki tataran bentuk. Bentuk bahasa merujuk pada wujud audio atau wujud visual suatu bahasa, wujud audio dapat kita ketahui dari bunyi-bunyi yang kita dengarkan sedangkan wujud visual dapat diketahui dari lambang-lambang yang tampak jika dituliskan (Mustakim, 2014). 

Bentuk bahasa yang kita pahami terkait dengan bentuk kata, bentuk kalimat dan bentuk-bentuk lainnya. Secara morfologis bentuk kata dibedakan berdasarkan kelas kata. Adapun kelas kata terbagi menjadi kata kerja atau verba, kata sifat atau adjektiva, kata keterangan atau adverbial, kata benda atau nomina, kata ganti atau pronominal, kata bilangan atau numeralia, dan kata tugas (Pancabudi, 2018). Makna dan bentuk bahasa mempunyai hubungan yang erat. Relasi makna dan bentuk berkaitan dengan kesamaan makna atau sinonim, kebalikan makna atau antonim, perbedaan makna atau homonim, kegandaan makna atau polisemi, ketercakupan makna atau hiponim, dan kelebihan makna atau redudansi (Wahyudin, 2019). Selengkapnya.....

Selasa, 12 September 2023

Hakikat Bahasa dan Pembelajaran Bahasa: Pengertian Bahasa

Dunia mempunyai banyak ragam bahasa. Setiap bahasa dengan khas tersendiri yang membedakan antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lainnya. Bahasa adalah alat komunikasi utama dan selalu terjadi dalam konteks sosial (Kuiper & Allan, 2017). Bahasa secara ekslusif hanya dimiliki manusia terdapat perbedaan yang jelas dari sesi lingustik dan non-lingustik serta memiliki makna (Burridge & Stebbins, 2019). Richards and Webber, menyebutkan bahasa adalah sistem komunikasi manusia yang dinyatakan melalui suara atau ungkapan tulis yang terstruktur untuk membentuk satuan yang lebih besar seperti morfem, kata dan kalimat. 

Sedangkan menurut Sapir, bahasa sebagai suatu naluriah yang dimiliki manusia untuk mengkomunikasikan ide-ide, emosi dan keinginan yang menggunakan simbol yang dibuat untuk tujuan tertentu (Wiratno & Santosa, 2014). Bahasa adalah alat komunikasi, bersifat arbitrer, konvensional dan merupakan lambang bunyi (Suhandra, 2019). Bahasa adalah alat komunikasi yang bermakna (Noermanzah, 2019). Bahasa dalam pengertian kamus besar Bahasa Indonesia adalah sistem lambang bunyi berartikulasi yang bersifat sewenang-wenang dan konvensional yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran (Sugono, D., 2008). 

Berdasarkan pendapat yang telah dikemukan diatas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan pengertian bahasa yaitu sikap alamiah manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya dengan menggunakan simbol, bunyi dan melibatkan panca indra dalam memberikan stimulus dan respon terhadap lawan berkomunikasi, sehingga maksud dan tujuan simbol, bunyi dan lambang dapat dipahami dan dimengerti. Selengkapnya.....

Selasa, 27 Juni 2023

Fungsi Bahasa Indonesia berdasarkan Penggunaannya

Bahasa Indonesia merupakan sarana komunikasi yang digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk saling berinteraksi satu sama lain dalam segala hal. Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional dan bahasa resmi di Indonesia. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia tidak mengikat pemakainya untuk sesuai dengan kaidah dasar. Bahasa Indonesia digunakan secara nonresmi, santai, dan bebas. Bahasa (Indonesia), mengandung fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan pemakainya, yakni (1) sebagai sarana ekspresi diri, (2) sebagai sarana untuk berkomunikasi, (3) sebagai sarana untuk integrasi dan beradaptasi sosial, dan (4) sebagai kontrol sosial (Cahyani, 2013).

a. Alat ekspresi diri 

Secara umum manusia menggunakan bahasa sebagai sarana dalam mengungkapkan dan mengekspresikan dirinya kepada orang lain. Dalam mengungkapkan dan mengekspresikan dirinya kepada orang lain seseorang menggunakan bahasa lisan dan bahasa tertulis. 

b. Alat komunikasi

Bahasa merupakan satu-satunya sebagai sarana yang kita gunakan dalam menyampaikan maksud dan tujuan kita kepada orang lain. Dalam menyampaikan maksud dan tujuan kita menggunakan bahasa sebagai sarananya. Dalam menyampaikan gagasan, pikiran, pendapat, harapan, perasaan, kita juga menggunakan bahasa sebagai sarananya. Kita menggunakan bahasa sebagai sarananya, ketika kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. 

c. Alat integrasi dan adaptasi sosial

Sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa persatuan (nasional). Dari beragam seni, tradisi, religi, budaya, bahasa, dan adat-istiadat yang tersebar di seluruh wilayah nusantara terikat oleh bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Sebagai alat integrasi bangsa, ada beberapa sifat potensial yang dimiliki bahasa Indonesia: (1) bahasa Indonesia telah terbukti dapat mempersatukan bangsa Indonesia yang multikultural, (2) bahasa Indonesia bersifat demokratis, (3) bahasa Indonesia bersifat terbuka/transparan, dan (4) bahasa Indonesia sudah mulai mengglobal. Dalam hal adaptasi sosial, bahasa menjadi modal bagi seorang manusia untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan segala sesuatu yang ada pada lingkungannya.

d. Alat kontrol sosial Sebagai alat kontrol sosial, bahasa Indonesia sangat efektif.

Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat pemakainya. Berbagai penerangan, informasi, atau pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran di sekolah sampai universitas, buku-buku instruksi, perundangundangan serta peraturan pemerintah lainnya adalah salah satu contoh penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat kontrol sosial. Ceramah agama, dakwah, dan wujud pembinaan rohani lainnya merupakan contoh bahasa Indonesia sebagai alat kontrol sosial. Kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio. Iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Selengkapnya.....


Senin, 26 Juni 2023

Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan: 

1. akhlak mulia dengan menggunakan bahasa Indonesia secara santun; 

2. sikap pengutamaan dan penghargaan terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Republik Indonesia; 

3. kemampuan berbahasa dengan berbagai teks multimodal (lisan, tulis, visual, audio, audiovisual) untuk berbagai tujuan (genre) dan konteks; 

4. kemampuan literasi (berbahasa, bersastra, dan bernalar kritis kreatif) dalam belajar dan bekerja; 

5. kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang cakap, mandiri, bergotong royong, dan bertanggung jawab; 

6. kepedulian terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitarnya; dan 

7. kepedulian untuk berkontribusi sebagai warga Indonesia dan dunia yang demokratis dan berkeadilan.

Selengkapnya.....

Pendekatan Kontekstual

 a. Pengertian Pendekatan Kontekstual  Pendekatan kontekstual yaitu teori belajar mengajar yang memudahkan guru menautkan antara materi...