Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juli 2023

TIK dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka

TIK dalam ranah pembelajaran merupakan sebuah inovasi terbarukan dalam pengembangan teknologi (Damanik, 2019: 805). Kehadiran TIK dalam lingkup pendidikan akan otomatis meningkatkan model pembelajaran yang dilakukan guru kepada siswa selama proses pembelajaran. Menurut Wrigley dalam Rahim (2011: 129) Ketika fase informasi datang, banyak peran guru tradisional akan dibenamkan dengan akselerasi digital sebagai sumber pengetahuan. Dengan perkembangan digital yang merambah dunia pendidikan, para guru perlu memanfaatkan digital sebagai media pembelajaran untuk mengembangkan model pembelajaran yang menyenangkan bagisiswanya. Pada dasarnya, TIK memiliki dua elemen: teknologi dan informasi. Teknologi informasi terlibat dalam pemrosesan informasi, penggunaan, pengoperasian, dan pengelolaan alat komunikasi. Contohnya seperti proses yang berkaitan dengan pengiriman data dari satu perangkat ke perangkat lainnya.

Ada tiga jenis pengembangan TIK dalam pembelajaran: pertama lewat internet, kedua lewat komputer, ketiga lewat multimedia (Zainiyati, 2017: 63). Ada tiga jenis perkembangan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran tingkat SD, sebagaimana fenomena yang terjadi pada siswa tingkat SD yang sebenarnya dikenal dengan istilah alpha atau milenial. Penggunaan komputer dalam pembelajaran tingkat pemula sebagai alat untuk menulis, memutar video, memutar lagu, dan lainnya. Selain komputer, internet sudah menjadi hobi siswa untuk mencari sesuatu. Guru dapat mencari perhatian lain kepada siswa dengan jalan melakukan pembelajaran melalui pemanfaatan media video call, zoom, atau Youtube sebagai sarana penunjang pembelajaran. Di sisi lain, guru menjalankan beberapa media secara bersamaan, seperti audio visual.

Pembelajaran bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai model dan dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran lain. Hal ini karena pembelajaran yang dilakukan didasarkan 4 keterampilan berbahasa,yakni menyimak, berbicara, menulis, serta membaca. Semua kategori memiliki beberapa submodel yang dapat dinikmati dengan menggunakan media TIK. Salah satu modelnya adalah memanfaatkan TIK sebagai media dalam proses pembelajaran adalah sub model menyimak yang terbagi dalam beberapa aspek seperti mengidentifikasi kata kunci, melakukan perluasan kalimat, penyelesaian cerita dan menceritakan kembali. Pembelajaran berbicara memiliki satu aspek yang dapat diintegrasikan dengan TIK. Terdapat 2 model dalam pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indoensia yang dapat dipadukan dengan TIK pertama ECOLA dan kedua K-W-L. selanjutnya pembelajaran dengan menulis memiliki 2 model komponen dan dapat diintegrasikan dengan TIK pertama sugesti dan kedua brown. Semua komponen pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat diintegrasikan dengan media TIK, meskipun TIK memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Selengkapnya.....  

Rabu, 21 Juni 2023

Mediasi Bahasa Indonesia

Membaca sastra menghubungkan dengan teks, dan melalui teks semacam komunikasi antarbudaya, dan mediasi yang sekarang secara luas ditetapkan sebagai pendidikan bahasa. Cook, Gracia dan Wei berpendapat bahwa untuk dapat meningkatkan penggunaan terjemahan di semua tahapan pembelajaran bahasa, untuk pendidikan tinggi pembelajaran bahasa harus bersifat aditif daripada subtraktif, komprehensif daripada eksklusif (Cook, 2010); (Garcia, O., & Wei, 2014). Banyak tekssastra yang bersifat multibahasa dan multikultural, ini semua mengacu pada tujuan utama dari pembelajaran bahasa sebagai persiapan untuk peran mediasi. 

Kita harus mencatat potensi untuk pelajar bahasa dari ide-ide yang terbaru dari sebuah teks kreatif dan kreativitas sebagai versi, melalui internet, multimodally, adaptasi, intervensi, partisipasi, situs web penggemar (misalnya Harry Potter), parodi, dan lainnya. Pelajar menghadapi dunia yang terus berubah-ubah serta interpretasi dengan respon yang diperebutkan yang membutuhkan mediasi, hal ini juga di tawarkan oleh sastra paradikmatik. Pembelajar hari ini harus lebih dari sebelumnya yang mana harus berani tampil dalam perbedaan, keragaman, dan variasi yang sebelumnya tidak berpengaruh dan untuk mengklarifikasi sikap sebagai tanggapan. Sastra tidak boleh dianggap sebagai teks klasik, tetapi sebagai tulisan yang kreatif melibatkan imajinasi dan bahkan hasrat, dan dapat diakses di berbagai tingkatan, hingga analisis yang lebih intelektual. Selengkapnya.....

Senin, 12 Juni 2023

Problematika Media Pembelajaran



Media pembelajaran juga tidak kalah penting dalam memberikan sumbangsih untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Apalagi untuk siswa sekolah dasar yang masih pada tahap operasional konkrit, media sangat bermanfaat bagi mereka untuk menerjemahkan hal abstrak menjadi hal lebih konkrit. Media pembelajaran memiliki berfungsi sebagai alat bantu mengajar yang ikut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru (Azhar, 2010). Adanya media pembelajaran diharapkan mampu membangkitkan rangsangan pada semua indera. Rangsangan yang diterima oleh alat indra akan memberikan pengaruh untuk ingatan seseorang. Semakin banyak alat indera yang terlibat atau berinteraksi dengan media pembelajaran makan kemampuan otak untuk mengingat dan mengolah informasi akan lebih maksimal. Penggunaan media pada pembelajaran diharapkan akan mempermudah siswa dalam menerima dan menyerap dengan mudah dan baik pesan-pesan dalam materi yang disajikan.

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah sasar. Akan tetapi selama ini penyediaan media pembelajaran masih menjadi problematika. Media pembelajaran merupakan sarana yang dipergunakan atau dimanfaatkan agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, memperlancar dan mempermudah penyampaian informasi ke arah tujuan yang telah direncanakan. Sebelum guru memanfaatkan media pembelajaran di kelas,sebaiknya guru harus membekali diri dulu dengan dengan pengetahun tentang media pembelajaran. Pengetahuan ini dibutuhkan karena banyak guru yang tidak memahami ikhwal media pembelajaran baik teori, pemanfaatan, pemilihan, maupun pengembangannya. Manfaat dari setiap media pembelajaran bergantung pada kemampuan guru dan siswa untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan pesan-pesan yang terkandung dalam media pembelajaran yang didayagunakan. Sudah banyak studi yang mengungkapkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berdampak pada terwujudnya iklim positif dalam pembelajaran (Marisa, 2010). 

Penggunaan media pembelajaran mampu memberikan gambaran kongkrit pada siswa. Bagi siswa, seringkali materi yang bersifat terlalu abstrak membuat mereka bingung. Disinilah peran media pembelajaran mampu digunakan untuk mengubah konsep abstrak menjadi kongrit. Jika dikaitkan dengan pembelajaran bahasa Indonesia SD pada materi ide pokok dan kalimat utama, guru bisa menghadirkan media berupa peta pikiran atau multimedia interaktif. Kehadiran media di tengah-tengah pembelajaran akan memotivasi siswa dan ikut terlibat dalam pembelajaran. Akibatnya mereka akan lebih mudah dalam menguasai materi. Ironisnya, penggunaan media ke dalam pembelajaran kurang mendapatkan perhatian dari guru. Guru merasa admistrasi pembelajaran sangat membebani mereka. Begitu juga ketika harus mengembangkan media pembelajaran yang harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Apalagi jika mereka harus membuat media pembelajaran yang sesuai dan mendukung pembelajaran. Kondisi tersebut memberikan beberapa indikasi adanya kurang kreatifnya guru-guru di sekolah dalam mempersiapkan media pembelajaran. 

Media pembelajaran bahasa Indonesia yang digunakan selama ini masih terbilang sederhana yakni gambar, foto, video yang diambil dari YouTube. Kondisi ini memperlihatkan kurang kreatifnya guru sekolah dasar. Sebenarnya jika guru memiliki jiwa inovatif dan kreatif bisa mengembangkan media pembelajaran sendiri. Pada era Abad 21 ini, sumberinformasi mengenai pengembangan media tidak hanya didapatkan dari satu sumber. Guru sebenarnya bisa melakukan pengembangan diri melalui pelatihan-pelatihan yang diinisiasi pemerintah, perguruan tinggi atau bahkan mereka bisa belajar dari YouTube yang menyediakan berbagai video cara mengembangkan media dari mulai media sederhana maupun media yang berbasis digital. Permasalahan yang lain, kadang kala guru sudah membuat media pembelajaran bermuatan bahasa Indonesia akan tetapi kurang sesuai dengan materi pembelajaran. Padahal pemanfaatan media pembelajaran seharusnya memperhatikan materi yang akan diajarkan serta karakteristik siswa. Selain itu, guru juga perlu memiliki keterampilan memilih dan menggunakan media tersebut dengan baik tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tentang media saja (Hamalik, 2011).

Keterampilan memilih media pembelajaran penting dilakukan karena kelas yang dimiliki guru adalah kelas yang beragam. Beragam karakteristik, gaya belajar, minat, kemampuan kognitif, dll. Tentu sebagai guru yang bijaksana dan profesional harus mampu memfasilitasi mereka dengan baik. Salah satu pertimbangan guru dalam memilih media pembelajaran yang akan digunakan adalah keberagaman yag dimiliki siswa. Tujuannya agar semua karakteristik guru bisa terfasilitasi dengan baik. Begitu juga jika guru ingin menciptakan pembelajaran aktif, kreatif agar efektif serta menyenangkan, guru tidak dapat melepaskan diri dari media pembelajaran. Baik dalam pembelajaran yang sederhana maupun pembelajaran yang menggunakan digital. Jika dalam pembelajaran terjadi kesalahan dalam pemilihan media pembelajaran akan menyebabkan terganggunya pencapaian tujuan pembelajaran. Saat ini media yang dapat digunakan pun tidak terbatas pada media-media sederhana. Pada Abad 21, perkembangan teknologi juga merambah pada dunia pembelajaran. Namun problematika yang selama ini terjadi adalah beberapa guru kurang mampu menggunakan teknologi. Akibatnya pemanfaatan media berbasis digital ke dalam kelas kurang maksimal. Kejadian ini sangat dirasakan saat pembelajaran daring karena adanya pandemi Covid-19 beberapa waktu yang lalu. Kekurangterampilan guru dalam pemanfaatan teknologi memberikan dampak pada kurang maksimalnya pembelajaran daring (Ariesca et al., 2021). Selengkapnya.....
 

Pendekatan Kontekstual

 a. Pengertian Pendekatan Kontekstual  Pendekatan kontekstual yaitu teori belajar mengajar yang memudahkan guru menautkan antara materi...