Salah satu hal baru dalam pendidikan di Indonesia adalah
kurikulum merdeka. Pada kurikulum tersebut dilakukan pembelajaran
intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal supaya peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan
menguatkan kompetensi. Pembelajaran merupakan suatu proses belajar
yang di dalamnya terdapat interaksi antara pendidik dan peserta didik.
Menurut (Fatimah, 2018), pembelajaran adalah sebuah peningkatan
pengetahuan, proses mengingat, dan proses mendapatkan fakta-fakta
atau keterampilan yang dapat dikuasaiserta digunakan sesuai kebutuhan.
Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di jenjang SD sampai jenjang
perguruan tinggi menekankan penggunaan bahasa Indonesia secara benar.
Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah memiliki tujuan
untuk mengembangkan keterampilan berbahasa pada peserta didik,
baik secara lisan maupun tulisan. Peserta didik diharapkan mempunyai
keterampilan berbahasa karena bahasa memegang peranan yang penting
dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar berkomunikasi,
sehingga bahasa dan sastra Indonesia merupakan salah satu aspek
yang penting untuk diajarkan pada peserta didik. Oleh karena itu, mata
pelajaran bahasa dan sastra Indonesia sudah diberikan kepada peserta
didik sejak jenjang SD. Harapannya, peserta didik mampu menguasai,
memahami, dan mengimplementasikan keterampilan berbahasa dan
sastra Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Menurut (Ali, 2020),
keterampilan berbahasa dalam kurikulum di sekolah mencakup empat
aspek, yaitu (1) listening skills, (2) speaking skills, (3) reading skills, dan (4)
writing skills. Keterampilan membaca, menyimak, menulis, dan berbicara
memiliki peranan yang sentral dalam perkembangan intelektual, sosial,
dan emosional. Keterampilan tersebut mampu menunjang keberhasilan
dalam mempelajari semua bidang keilmuan. Selain keterampilanketerampilan tersebut, pemahaman peserta didik terkait tata linguistik
(fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik) dalam bahasa dan sastra
Indonesia di SD juga memiliki peranan yang penting dalam kehidupan
sehari-hari.
Konsep bahasa dan sastra Indonesia di SD diharapkan dapat
membantu peserta didik dalam mengenal dirisendiri dan budayanya,serta
mengenal orang lain dan budayanya. Dengan mempelajari bahasa dan
sastra Indonesia diharapkan pembelajar dapat mengemukakan gagasan
dan perasaannya, berpartisipasi dalam masyarakat dengan menggunakan
bahasa yang baik dan benar, menemukan dan menggunakan kemampuan
analitis dan imaginatif yang terdapat pada diri sendiri.
Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia diarahkan untuk
meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Hal tersebut dilakukan secara lisan dan tulisan
untuk menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya sastra masyarakat
dalam dan luar Indonesia. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia
merupakan pembelajaran yang mendasar dan sudah diajarkan sejak usia
dini. Bahasa dan sastra Indonesia mempunyai peranan yang penting dalam
pembelajaran sehingga kurikulum bahasa dan sastra Indonesia di SD
memiliki beberapa karakteristik pokok, yaitu menggunakan pendekatan
komunikatif, keterampilan proses, tematik yang terintegratif, dan lintas
kurikulum.
Selain itu, bahasa dan sastra Indonesia mengutamakan variasi,
kealamian, kebermaknaan, dan fleksibilitas. Pembelajaran bahasa dan
sastra Indonesia menggunakan metode pembelajaran yang inovatif
dan memberikan peluang kepada pendidik dan peserta didik untuk
menggunakan berbagai referensi atau sumber belajar.
Pada Kurikulum Merdeka sesuai dengan Keputusan Kepala Badan
Standar, Kurikulum, danAsesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 008/H/Kr/2022, dengan
memberikan penjelasan mengenai kemampuan berbahasa, bersastra,
dan berpikir merupakan fondasi dari kemampuan literasi. Semua bidang
kajian, bidang kehidupan, dan tujuan-tujuan sosial menggunakan
kemampuan literasi. Literasi menjadi kemampuan sangat penting yang
digunakan untuk bekerja dan belajarsepanjang hayat. Dengan demikian,
pembelajaran bahasa Indonesia merupakan pembelajaran literasi untuk
berbagai tujuan berkomunikasi dalam konteks sosial budaya Indonesia.
Kemampuan literasi dikembangkan ke dalam pembelajaran menyimak,
membaca dan memirsa, menulis, berbicara, dan mempresentasikan untuk
berbagai tujuan berbasis genre yang terkait dengan penggunaan bahasa
dalam kehidupan. Setiap genre memiliki tipe teks yang didasarkan pada
alur pikir—struktur—khas teks tertentu. Tipe teks merupakan alur pikir
yang dapat mengoptimalkan penggunaan bahasa untuk bekerja dan
belajar sepanjang hayat.
Model utama yang digunakan dalam pembelajaran bahasa
Indonesia adalah pedagogi genre. Model ini memiliki empat tahapan,
yaitu: penjelasan untuk membangun konteks (explaining, building the
context), pemodelan (modelling), pembimbingan (joint construction), dan
pemandirian (independent construction). Di samping pedagogi genre,
pembelajaran bahasa Indonesia dapat dikembangkan dengan modelmodel lain sesuai dengan pencapaian pembelajaran tertentu. Pembinaan
dan pengembangan kemampuan berbahasa Indonesia akan membentuk pribadi Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, berpikir kritis, mandiri, kreatif, bergotong royong,
dan berkebhinekaan global. Selengkapnya.....