Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Desember 2023

Apresiasi Karya Sastra Anak

Istilah apresiasi berasal dari bahasa Latin apreciatio yang berarti “mengindahkan” atau “menghargai”. Sehingga apresiasi karya sastra anak dapat diartikan sebagai sikap menghargai karya sastra yang telah dihasilkan anak. Apresiasi sastra terbagi menjadi dua jenis, yaitu apresiasi sastra reseptif dan apresiasi sastra ekspresif. Apresiasi sastra anak secara reseptif yaitu penghargaan, penilaian, dan penghayatan terhadap karya sastra anak-anak, baik yang berbentuk puisi, prosa, maupun drama yang dapat dilakukan dengan cara membaca, mendengarkan, dan menyaksikan pementasan drama. 

Pada tahap apresiasi ini, kemampuan pembaca karya sastra berada pada tahap membaca karya sastra, menyerap, dan menggali makna yang disampaikan pada karya sastra. Umunya, siswa pada tahap apresiasi sastra secara reseptif belum dapat menghasilkan produk dalam kegiatan apresiasi kecuali ungkapan rasa menghargai dan takjub melalui kata-kata. Apresiasi sastra ekspresif/produktif merupakan kegiatan mengapresiasi karya sastra yang menekankan pada proses kreatif dan penciptaan. Apresiasi sastra secara ekspresif/produktif tidak mungkin terwujud tanpa diberikan pengajaran menulis, khususnya menulis kreatif di sekolah dasar (Isova dan Hartati, 2016). 

Dalam kegiatan bersastra secara ekspresif/produktif, metode yang sesuai untuk digunakan dalam mengapresiasi sastra adalah metode produktif. Metode ini diarahkan pada aktivitas berbicara dan menulis. Siswa harus banyak berbicara atau menulis untuk menuangkan gagasan-gagasannya. Kegiatan apresiasi sastra yang diterapkan guru akan membentuk kompetensi apresiasi karya sastra pada diri anak. Kompetensi yang dimaksud yaitu: kemampuan anak menikmati dan menghargai karya sastra yang dihasilkannya sendiri maupun dihasilkan oleh orang lain. Dalam hal ini, siswa diajak untuk melakukan literasi berupa membaca, memahami, menganalisis, dan menikmati karya sastra secara langsung. Siswa tidak harus menghafal sastra dari judul, sinopsis dan ataupun menghafal kalimat demi kalimat dari sastra, akan tetapi siswa diminta untuk langsung berhadapan dengan karya sastranya. (Siswanto, 2008) 

Kegiatan apresiasi karya sastra akan membentuk pengalaman pada diri anak terkait karya sastra, dan aka menimbulkan perubahan serta penguatan tingkah laku akan pentingnya saling menghargai dan indahnya karya sastra. 23 Hal tersebut disebabkan oleh ketika anak mengapresiasi karya sastra maka ia akan melakukan berbagai kegiatan seperti: memaknai, memperhatikan, meminati, bersikap, membiasakan diri, dan menerampilkan diri berkenaan dengan sastra sehingga bukan hanya kognitif anak yang terkonstruksi tetapi juga keterampilan dan sikap mereka. 

Susanti (2015) mengklasifikasikan kegiatan apresiasi sastra berdasarkan tujuan apresiasi ke dalam tiga bagian berikut: (1) ketepatan apresiasi, yaitu menimbulkan kepekaan psikis, mendengarkan, membaca sendiri, membaca bersama, intpretasi auditif-musikal dan visual, memantaskan, mengundang pelaku seni, memahami serta melatih ketrampilan mempergunakan pengertian teknis; (2) kedalaman apresiasi, yaitu dalam hal ini guru berupaya agar siswa mengalami proses kegiatan intelektual, emosional, dan imajinatif yang seimbang dengan proses yang pernah dialami oleh pengarang (sastrawan) dalam menciptakan karyanya; dan (3) keluasan apresiasi; guru mendorong dan mengarahkan perhatian pada hubungan antara sastra dengan kehidupan dengan segala masalahnya. Para siswa juga harus menggunkan pengetahuan lain. Dari kegiatan ini diharapkan siswa akan peka terhadap nilai ekstrinsik dan menyadari kedudukan sastra di dalam lembaga masyarakat. Selengkapnya dapat diakses dalam link berikut:

Beli Buku        Google Scholar        Research gate        Doi

Senin, 25 Desember 2023

Pemilihan Sastra untuk Anak

Pada subab sebelumnya telah dibahas manfaat sastra pada diri anak. Manfaat tersebut dapat dicapai dengan maksimal jika guru merencanakan dan melakukan proses pembelajaran dengan optimal. Hal dasar yang perlu dilakukan guru ketika akan membelajaran sastra pada anak yaitu dengan memilih kriteria sastra yang sesuai dengan tahapan usia anak. Memaparkan bahwa terdapat lima kriteria pemilihan sastra anak, yakni:

1. Kata-kata (diksi) 

Di dalam karya sastra terdapat amanat atau pesan yang ingin disampaikan pada pembaca (anak). Anak usia sekolah dasar mempunyai kemampuan bahasa yang masih sederhana. Oleh karena iu, pemilihan kata-kata (diksi) harus dilakukan oleh guru agar amanat di dalam sastra akan mudah dipahami anak. Disarankan kepada guru untuk memilih kata yang sederhana, tidak memberikan makna ganda atau ambigu, serta memberikan cerita yang relate atau berkaitan dengan kehidupan anak. 

2. Susunan kalimat dan narasi 

Kalimat terdiri dari deretan beberapa kata yang terstrukur dan mempunyai makna. Paragraf terdiri dari beberapa kalimat yang saling berhubungan dan menciptakan sebuah makna. Kalimat sebaiknya disusun dengan baik agar dapat memberikan makna. Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk menyusun kalimat yang cenderung pendek, menggunakan kata yang mudah dipahami, dan antar kalimat saling berkesinambungan. Pada susunan kalimat diharapkan agar sastra tidak menggunakan kalimat yang panjang sehingga siswa akan kebingungan mengambil makna ataupun pesan penting di dalam sastra tersebut. Penyusunan kalimat berkaitan dengan penyusunan narasi di dalam karya sastra. Narasi adalah gaya penceritaan. Sama halnya dengan penyusunan kalimat, pada narasi juga sebaiknya menggunakan alur yang pendek sehingga mudah bagi siswa untuk memahami narasi yang disampaikan. 

3. Plot Plot adalah alur cerita.

Pada sastra anak sebaiknya diterapkan cerita beralur progresif, karena pola pikir anak usia sekolah dasar masih bersifat linear. Berpikir linear adalah berpikir dengan pusat pada satu fokus. Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk menentukan plot cerita satu arah dari kegiatan lampau menuju kegiatan terkini, dan tidak dianjurkan untuk menggunakan cerita beralur flashback. 

4. Penokohan

Penokohan merupakan sarana yang paling mudah untuk memasukan sebuah ideologi ke dalam cerita karena melalui tokoh akan disampaikan nilai penting yang harus dipahami anak. Dengan memanfaatkan karakter tokoh yang menarik dan sederhana akan berdampak positif terhadap minat dan daya tarik anak terhadap sastra. Penokohan juga harus memanfaatkan plot cerita yang menggunakan rangkaian peristiwa sederhana, sehingga akan terbentuk kesatuan narasi cerita. 

5. Penutupan cerita dan solusi yang disampaikan 

Solusi cerita hampir sama dengan pengakhiran cerita. Pengakhiran cerita menekankan pada kesimpulan cerita, sedangkan solusi cerita berkompeten pada nasihat-nasihat untuk menanggapi kesimpulan cerita. Nasihat cerita adalah nilai kehidupan yang disampaikan penulis secara tersirat di dalam cerita atau karya sastranya. Guru diharapkan dapat memilih karya sastra yang mempunyai penutupan cerita dan solusi yang baik, sehingga anak akan mudah untuk mengambil amanat atau pesan yang mau disampaikan. Selengkapnya dapat diakses dalam link berikut:

Beli Buku        Google Scholar        Research Gate        Doi

Karya Sastra

Menghasilkan karya sastra merupakan salah satu kegiatan yang mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS diwujudkan melalui kegiatan wajib membaca 15 menit setiap hari. Kemudian siswa diminta untuk menceritakan isi dan makna dari bahan yang ia baca, baik secara lisan maupun tulisan. Sehingga siswa tidak hanya membaca tetapi melek huruf dan memaknai semua teks yang ia baca. Siswa sekolah dasar pada umumnya lebih menyukai buku bergambar (picture book).

Rothkei dan Mainbach (dalam Krissandi dkk, 2018) membedakan buku bergambar ke dalam lima jenis, yaitu: buku abjad, buku mainan, buku konsep, buku bergambar tanpa kata, dan buku cerita bergambar. Dari lima jenis buku bergambar, siswa lebih menyukai buku cerita bergambar karena di dalamnya memuat teks tertulis yang berbentuk cerita, terdapat ilustrasi yang menggambarkan makna teks tertulis. Sehingga pembaca dari buku cerita bergambar akan berimajinasi terkait cerita yang disampaikan, dan bahkan terdapat anak yang akan menebak alur dan bagian akhir dari cerita sebelum mereka membaca hingga selesai.

Penggunaan buku cerita bergambar mendukung kegiatan apresiasi sastra pada diri anak, dan mengembangkan berbagai kompetensi bahasa seperti komunikasi lisan, proses berpikir kognitif, ungkapan perasaan melalui kata-kata dan ilustrasi cerita, serta meningkatkan kepekaan seni dan sastra pada diri anak. Setiap karya sastra mempunyai unsur atau struktur pembangun setiap jenis sastra. Abrams (dalam Nurgiyantoro, 2005) mengemukakan bahwa struktur karya sastra dapat diartikan sebagai susunan, seluruh bahan dan bagian yang menjadi komponen pembentuk sebuah keutuhan yang indah. Selengkapnya dapat diakses dalam link berikut:

Beli Buku        Google Scholar        Research Gate        Doi

Senin, 18 Desember 2023

Konsep Sastra

Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta yaitu shaastra, yang mempunyai arti teks mengandung instruksi atau pedoman. Sastra anak adalah sastra yang mencerminkan perasaan dan pengalaman anak-anak melalui pandangan anak-anak. Saxby (1991:4) berpendapat bahwa sastra adalah citra kehidupan dan gambaran kehidupan (image of life). Sehingga pada sastra anak perlu digambarkan konteks anak-anak sesuai tahap perkembangannya. Pemahaman tentang tahap perkembangan anak sangat penting untuk memilih karya sastra yang sesuai.

Pilihan bacaan anak untuk usia sekolah dasar sangatlah melimpah. Sastra terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu: puisi, drama dan prosa. Sedangkan karya sastra anak terbagi menjadi tujuh jenis, yaitu: buku bergambar, fiksi realistik, fiksi sejarah, fiksi ilmu, cerita fantasi, biografi, dan puisi. Sastra termasuk ke dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Fokus tujuan dari mata pelajaran tersebut yaitu: kompetensi siswa dalam berbahasa (lisan maupun tertulis), dan sikap mengapresiasi sastra. Dengan demikian, pembelajaran sastra dan pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan secara terintegrasi dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar.

Namun tujuan pengajaran sastra pada tingkat sekolah dasar yaitu: meningkatkan kemampuan siswa dalam menikmati, menghayati, memahami, dan menghargai karya sastra. Sehingga sastra yang dibahas hanya konsep umum atau sekadar pengetahuan pendukung kegiatan apresiasi sastra. Sastra memberikan banyak manfaat dalam kehidupan anak. Tarigan (2011) mengemukakan enam manfaat sastra, yaitu: 1. Memberikan kesenangan, kegembiraan, dan kenikmatan kepada anak-anak. 2. Mengembangkan imajinasi anak-anak dan membantu mereka mempertimbangkan dan memikirkan alam, insan, pengalaman, atau gagasan dengan berbagai cara. 3. Memberikan pengalaman-pengalaman aneh yang seolah-olah dialami sendiri oleh para anak. 4. Mengembangkan wawasan para anak menjadi perilaku insani. 5. Menyajikan serta memperkenalkan kesemestaan pengalaman kepada para anak. 6. Merupakan sumber utama bagi penerusan warisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dengan demikian, pembelajaran sastra tidak hanya membahas materi dan kompetensi di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar, tetapi memberikan pengaruh yang besar terhadap keberlangsungan kehidupan anak. Dari enam manfaat membelajarkan sastra pada diri anak sekolah dasar akan membudayakan anak untuk membaca, mendukung literasi, meningkatkan perkembangan intelektual, memperhatikan psikologis anak sesuai usia tumbuh kembang anak, meningkatkan daya imajinasi anak, dapat mengenalkan budaya, dan bahkan dapat membina karakter pada diri anak. Selengkapnya dapat diakses dengan link berikut:

Beli Buku        Google Scholar        Research Gate     DOI

Senin, 28 Agustus 2023

Platform Pembelajaran

Kurikulum merdeka menggunakan desain berbasis projek, selain itu kurikulum merdeka memanfaatkan perkembangan teknologi internet. Maka pengembangan platform-platform pembelajaran banyak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan belajarsiswa. Adapun secara rinci platform pembelajaran sebagai berikut:

1. Merdeka Mengajar

Platform merdeka mengajar hasil pengembangan dari kementerian pendidikan dan kebudayaan. Platform merdeka mengajar dapat digunakan melalui website https://guru.kemdikbud.go.id/ dan berbasis aplikasi android dapat didownload melalui play store. Untuk mengakses website atau platform secara penuh harus menggunakan akun google dengan domain belajar.id (akun pembelajaran) atau madrasah.kemenag.go.id (akun madrasah). 

Platform medeka mengajar menyediakan dua klasifikasi produk yaitu produk pengembangan guru dan kegiatan belajar mengajar. Produk pengembangan guru terdiri atas video inspirasi, pelatihan mandiri dan bukti karya saya. Sedangkan produk kegiatan belajar mengajar terdiri atas assesmen murid dan perangkat ajar. Platform merdeka mengajar adalah langkah menstransformasi pendidikan berbasis digital (Kemdikbud, 2022). 

Jadi satu aplikasi dengan multifungsi untuk membantu guru bertumbuh kembang dan memajukan pendidikan Indonesia. Platform merdeka mengajar bersifat gratis dan dapat digunakan guru seluruh Indonesia. Platform merdeka membantu guru mendapatkan inspirasi dan referensi untuk mengaplikasikan kurikulum merdeka (Kemendikbudristek, 2022)

2. Quizizz

Platform quizizz merupakan sarana pendidikan yang pertama kali dikembangkan di India tepatnya berpusat di Bengaluru. Aplikasi berbasis gamefikasi untuk kegiatan pembelajaran yang dapat didesain sendiri guru untuk menyampaikan materi pada siswa. Guru dapat membuat kuis-kuis yang akan menarik perhatian siswa untuk belajar. Kuis yang didesain akan secara otomatis memberikan nilai dan peringkat berdasarkan jumlah peserta kuis.

Platform quizizz yang digunakan untuk membantu kerja guru dalam mengajar masih mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kekurangan quizizz yaitu bergantung dengan jaringan internet (kuat-lemahnya sinyal), tidak bisa merevisi jawaban, dan bergantung perangkat hanphone dan komputer yang digunakan. Sedangkan kelebihannya adalah belajar menjadi menyenangkan dan efektif (Suharsono & Budiarto, 2018). 

Tren menggunakan quizizz dalam kegiatan pembelajaran menjadi pertanyaan, seberapa efektif dalam membantu guru dalam mengajar? Quizizz efektif untuk digunakan dalam belajar dengan indikator perhatian, kemandirian, keaktifan, ketelitian dan ketenangan siswa dalam mengerjakan kuis (Salsabila et al., 2020). Jika keefektifan quizizz ditinjau dari perkembangan kognitif siswa maka quizizz dapat dikatakan efektif untuk digunakan belajar (Hidayati & Aslam, 2021).

3. Kahoots

Platform kahoots merupakan aplikasi untuk belajarsambil bermain. Kahoots hadir sejak 2012 hasil proyek bersama Norwegian university of science and technology. Kahoots dapat gunakan untuk kuis dan survei. Platform kahoots membantu untuk proses belajar dan mengajar. Memudahkan memahami materi yang dipelajari. Platform kahoots dapat menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan (Nada, 2020). Selain itu Kahoot dapat meningkatkan motivasi untuk belajar (Muzayanati, A., Maemonah, M., & Puspitasari, 2022).

4.  Google form

Google suite mempunyai beberapa bagian salah satunya google form. Platform ini selama pandemi Covid-19 banyak digunakan guru sekolahan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Setiap pengguna domain gmail secara otomatis dapat menggunakan google form secara gratis. Adapun langkah-langkah membuat google form sebagai berikut: a) Aktifkan email google; pilih Sembilan titik-titik sebelah profil. b) Pilih menu Drive; pilih tombol new. c) Pilih more; pilih google form; pilih blank form. d) Google form tampil; isi judul form dan isikan pertanyaan untuk siswa. e) Bagikan link google form pada siswa Google form digunakan dalam pembelajaran untuk melakukan evaluasi pelajaran pada siswa. Google form efektif digunakan sebagai sarana untuk evaluasi pelajaran (Nyoman & Aryanti, 2021). Selengkapnya.....

Minggu, 23 Juli 2023

Model Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Model pembelajaran ada banyak pilihan bergantung kreativitas dan keterampilan guru dalam mengaplikasikannya di sekolah dasar. Kurikulum merdeka lebih menekankan model pelajaran yang berbasis projek. Adapun model-model pelajaran yang dapat digunakan untuk pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka seperti; model pedagogi genre, problem-based learning (PBL), project-based learning (PjBL), teaching at the right level (TaRL), dan tematik integrative. 

Model pembelajaran berbasis projek bersifat student center atau kegiatan belajar yang menuntut siswa yang banyak belajar dan aktif. Belajar yang menuntut siswa memecahkan permasalahan dengan ilmiah. Ada beberapa pinsip yang menjadi pedoman dalam melaksanakan pembelajaran berbasis projek yakni; 1) Holistik, 2) kontekstual, 3) berpusat pada siswa, 4) eksploratif (Kemendikbudristek, 2021b). Selengkapnya.....


Selasa, 18 Juli 2023

Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka atau kurikulum 2022 memunculkan istilah-istilah yang baru dalam pembelajaran. Namun, sebenarnya konteks isi merupakan penyempurnaan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Modul ajar atau rencana pelaksanaan pembelajaran plus adalah rangkaian yang butuh dipersiapkan guru untuk mengajar. Setidaknya modul ajar memuat tujuan pembelajaran, metode pembelajaran dan metode penilaian pembelajaran (Kemendikbud, 2022). Format modul ajar beraneka ragam. 

Modul ajar merupakan kreativitas guru namun pengembangan model modul ajar berpatokan pada kurikulum yang berlaku. Secara sederhana komponen utama terdiri atas judul materi pelajaran, waktu pelaksanaan, cara melaksanakan pelajaran, evaluasi kegiatan pelajaran. Modul ajar tidak ada format baku hal yang terpenting adalah modul ajar harus efektif, efisien dan berorientasi belajar siswa (Kemendikbud, 2022). Modul ajar yang gunakan untuk mengajar adalah modul ajar yang memudahkan untuk mengajar dan mencapai tujuan pembelajaran. Selengkapnya.....


 

Senin, 17 Juli 2023

Perencanaan Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Kegiatan belajar dan mengajar membutuhkan proses dan tahapantahapan yang dilakukan secara terencana. Perencanaan pembelajaran menjadi panduan dalam melaksanakan kegiatan mengajar. Seorang guru profesional akan mengajar dengan mempertimbangkan persiapan mengajar, proses mengajar dan hasil yang akan dicapai dalam belajar. Perencanaan pembelajaran diperlukan karena setiap pembelajaran diperlukan perbaikan (Afandi, 2011).

Perencanaan pembelajaran bukan sekedar rencana biasa namun membutuhkan realisasi nyata untuk memenuhi sistem belajar yang terstandar. Perencanaan pembelajaran akan memandu proses berlangsungnya pelajaran di dalam kelas dan di luar kelas. Ada empat unsur utama yang harus ada dalam perencanaan pembelajaran yaitu; 1) tujuan yang akan dicapai, 2) strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan, 3) dukungan sumber daya, dan 4) realisasi setiap keputusan (Ananda, 2019). 

Realisasi belajar dan mengajar dilaksanakan secara prosedural, realistis dan sistematis. Pertimbangan dan keputusan memberikan perlakuan terhadap siswa dalam prosesnya dan orientasi hasil belajar. Belajar dan mengajar yang direncanakan jauh lebih baik dibandingkan dengan belajar dan mengajar yang dilakukan spontanitas. Pada akhirnya perencanaan pembelajaran dapat disebut sebagai sebuah pendekatan sistematis untuk memperbaiki pembelajaran (Nur, 2017). Dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan maka perencanaan pembelajaran selalu dilakukan perbaikan dan pengembangan. Perencanaan pembelajaran disesuaikan berdasarkan kurikulum yang sedang berlangsung sesuai masanya.

Pada kurikulum 2013 atau (K13) juga dilakukan perbaikan untuk penyempurnaan sehingga muncul K13 edisi revisi di tahun 2014 dan 2018. Kurikulum 2013 kemudian dikembangkan lagi menjadi kurikulum merdeka tahun 2022. Perbaikan-perbaikan kurikulum sebagai dasar utama perbaikan perencanaan pembelajaran. Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia mempunyai karakteristik dan fokus tersendiri dari setiap kurikulum yang disetujui menteri pendidikan. Fokus setiap kurikulum adalah tujuan yang akan dicapai dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Kesan ganti menteri maka ganti kebijakan dan akan mengganti kurikulum. Hal ini sebetulnya bukan menjadi poin penting dalam perbaikan kurikulum. Namun, isi dan konten kurikulum adalah hal yang paling penting untuk terus dilakukan pengembangan dan pengkajian sehingga tren serta kebutuhan pendidikan masyarakat Indonesia dapat di akomodir semuanya. Lingkungan pendidikan adalah lingkungan pembelajar, bertumbuh dan berkembang untuk menyelesaikan permasalahan serta memberi solusi bagi negeri. Apapun nama kurikulumnya bukan persoalan yang penting isinya. Masa depan generasi Indonesia salah satu penentunya adalah kurikulum pendidikan. Kurikulum merupakan peta jalannya pendidikan, seperti apa tujuan yang akan dicapai, bagaimana cara menjalankannya dan untuk siapa kurikulum dibuat. Semua harus bergerak mensukseskan pendidikan. Selengkapnya.....

 

Minggu, 16 Juli 2023

PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF BAHASA DAN SASTRA SD KURIKULUM MERDEKA

Perangkat pembelajaran merupakan alat yang digunakan untuk mengoptimalkan ketercapaian pembelajaran. Perangkat pembelajaran disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan proses belajar dan mengajar. Tuntutan zaman yang semakin canggih dan melesat maju dengan perkembangan teknologi mengharuskan dilakukan inovasiinovasi perangkat pembelajaran. Inovasi dilakukan merupakan upaya peningkatan pemikiran, pengembangan pembelajaran, dan pelaksanaan kurikulum (Yunani, 2009). 

Inovasi berkembang disemua aspek kegiatan belajar. Pembelajaran yang semula hanya mayoritas dilakukan dengan cara pertemuan langsung (luring) berkembang menjadi pembelajaran tatap muka dengan menggunakan media internet berbasis aplikasi atau lebih lebih dikenal dengan istilah pembelajaran daring. Adapun aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran seperti zoom, microsoft teams, google meet, dan sebagainya. Selain aplikasi yang digunakan inovasi pembelajaran juga dilakukan pada sumber belajar, cara belajar dan cara mengajar. Sumber belajar tersedia sangat banyak misalnya dari google, youtube, voa learning, buddytalk, dan lain-lain. Cara belajar dapat disesuaikan dengan tipe orang yang belajar dengan cara visual, audio serta audio visual. 

Sementara untuk cara mengajar sudah sangat bervariatif. Mengajar menggunakan video, channel youtube, live streaming facebook dan instagram, serta podcast. Inovasi perangkat pembelajaran menggunakan podcast menjadi solusi untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ), biaya murah dan mudah digunakan guru (Laila, 2020). Pembelajaran luring berinovasi menjadi daring kemudian berkembang lagi menjadi pembelajaran gabungan keduanya (blended learning). Sistem belajar yang menggabungkan teknologi dengan belajar tatap muka langsung memacu siswa untuk terus berkembang dan memberikan kemudahan dalam memahami dan menelaah materi-materi pelajaran. Blended learning berdampak efektif dalam hasil pembelajaran online dan offline (Abdullah, 2018). Selengkapnya.....

Rabu, 21 Juni 2023

Mediasi Bahasa Indonesia

Membaca sastra menghubungkan dengan teks, dan melalui teks semacam komunikasi antarbudaya, dan mediasi yang sekarang secara luas ditetapkan sebagai pendidikan bahasa. Cook, Gracia dan Wei berpendapat bahwa untuk dapat meningkatkan penggunaan terjemahan di semua tahapan pembelajaran bahasa, untuk pendidikan tinggi pembelajaran bahasa harus bersifat aditif daripada subtraktif, komprehensif daripada eksklusif (Cook, 2010); (Garcia, O., & Wei, 2014). Banyak tekssastra yang bersifat multibahasa dan multikultural, ini semua mengacu pada tujuan utama dari pembelajaran bahasa sebagai persiapan untuk peran mediasi. 

Kita harus mencatat potensi untuk pelajar bahasa dari ide-ide yang terbaru dari sebuah teks kreatif dan kreativitas sebagai versi, melalui internet, multimodally, adaptasi, intervensi, partisipasi, situs web penggemar (misalnya Harry Potter), parodi, dan lainnya. Pelajar menghadapi dunia yang terus berubah-ubah serta interpretasi dengan respon yang diperebutkan yang membutuhkan mediasi, hal ini juga di tawarkan oleh sastra paradikmatik. Pembelajar hari ini harus lebih dari sebelumnya yang mana harus berani tampil dalam perbedaan, keragaman, dan variasi yang sebelumnya tidak berpengaruh dan untuk mengklarifikasi sikap sebagai tanggapan. Sastra tidak boleh dianggap sebagai teks klasik, tetapi sebagai tulisan yang kreatif melibatkan imajinasi dan bahkan hasrat, dan dapat diakses di berbagai tingkatan, hingga analisis yang lebih intelektual. Selengkapnya.....

Jumat, 16 Juni 2023

CURRENT ISSUES PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA ANAK

Dewasa ini, komunikasi adalah elemen sangat penting untuk mendukung kehidupan manusia. Komunikasi merupakan sebuah proses transisi informasi dari satu orang ke orang lain (Roel, B.D., Ross, 2011). Jika orang tidak dapat menguasai bahasa, penyebab yang akan di timbulkan adalah kegagalan untuk berkomunikasi dan konsekuensi serius bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya. Sebagai contoh dalam bidang pendidikan, yang mana guru gagal dalam berkomunikasi dengan muridnya, memiliki kemungkinan besar bahwasanya siswa tersebut tidak akan merasa percaya diri untuk tampil di acara sekolah. Kesimpulan yang dapat diambil adalah penguasaan bahasa menjadi bagian yang sangat penting dalam hal berkomunikasi.

Akhir-akhir ini, telah terjadi pergeseran dalam bidang pembelajaran dan pengajaran bahasa dengan penekanan yang lebih besar pada belajar dan mengajar pada guru. Yang mana pergeseran fokus dari guru ke peserta didik telah menyebabkan para peneliti untuk melakukan studi yang berbeda tentang karakteristik peserta didik dan situasi belajar (Esim Gürsoy and Elif EkEn, 2018); (Bialystok, 1981). Dengan demikian, peserta didik dan perannya dalam hal proses pembelajaran telah menjadi perhatian utama di sebagian besar dari penelitian.

Sejalan dengan pergeseran minat baru ini, pertanyaan muncul tentang bagaimana pelajar memproses informasi yang baru yang mana telah menjadi penting dan ini semua akan mendorong peneliti untuk menyelediki strategi pembelajaran bahasa dari pelajar (Cohen, 1998); (O’Malley, J. M. and Chamot, 1990); (Oxford, 1990); (Wenden, A. and Rubin, 1987). Hal inisesuai pernyataan dari Nyikos dan Oxford bahwasanya belajar itu dimulai dari pelajar itu sendiri (Nyikos, M. and Oxford, 1993). Oleh sebab itu, belajar seharusnya dianggap sebagai kompetensi utama yang diharuskan untuk dilengkapi oleh peserta didik (Strakova, 2013).

Program sastra kontemporer anak-anak yang dilaksanakan oleh pusat pengembangan kurikulum bertujuan untuk mempromosikan membaca. Dalam sebuah penelitian oleh Kow, mengatakan bahwa negasi dalam sastra anak-anak memiliki ketegangan antara apa yang orang dewasa pahami sebagai sastra anak-anak dan apa yang dibayangkan oleh anak tersebut sebagai sastra (Kow, 2006). Maka pertanyaan akan muncul di benak kita bahwasanya apakah anak-anak seharusnya mendapatkan kesenangan dari apa yang mereka baca yaitu buku atau mereka belajar darinya?

Sebuah minat baru dalam sastra secara bertahap muncul di dalam kurikulum bahasa asing seperti yang ditunjukkan dalam studi terbaru (misalnya (Hall, 2015); (Matos, 2012); (Paran, 2010); (Sell, 2015) membuktikan relevansi yang berkembang dari pendekatan pedagogis untuk pengajaran dan pembelajaran bahasa asing. Hal ini juga memberikan praktik dimana siswa untuk mengembangkan keterampilan bahasa, karena literatur-literatur menghadapkan kepada siswa pada tema yang lebih kompleks dan penggunaan bahasa yang terkini (Lazar, 1993). Selain itu juga, siswa yang berasal dari luar daerah tempat mereka tinggal menuntut pendekatan yang berbeda dari dimensi budaya (Matos, 2012). Studisastra memberikan kontribusi di kelas bahasa yang memberikan para siswa ini keterampilan antarbudaya yang semakin diperlukan di dunia global kontemporer. Sebagai seorang pendidik, kita dapat menggunakan studi sastra untuk mempersiapkan siswa yang menghadapi kompleksitas dunia global. Selengkapnya.....

Jumat, 02 Juni 2023

Bahasa dan Sastra Indonesia SD Berorientasi Kurikulum Merdeka

 


Perkembangan zaman semakin cepat di era 5.0, maka pemerintah melakukan berbagai terobosan baru untuk memenuhi kebutuhan belajar dan mengajar. Bahasa Indonesia adalah Bahasa persatuan, jangan heran pelajaran Bahasa Indonesia dipelajari dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Setiap kegiatan belajar mengajar membutuhkan kurikulum. Kurikulum juga terus dilakukan pengembangan. Perubahan kurikulum hal biasa termasuk perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka. Buku Bahasa dan sastra Indonesia SD berorientasi kurikulum merdeka, hadir untuk mendukung dan melengkapi kegiatan belajar mengajar. 

Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Di SD - Hakikat Bahasa dan Pembelajaran Bahasa

 

Dunia mempunyai banyak ragam bahasa. Setiap bahasa dengan khas tersendiri yang membedakan antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lainnya. Bahasa adalah alat komunikasi utama dan selalu terjadi dalam konteks sosial (Kuiper & Allan, 2017). Bahasa secara ekslusif hanya dimiliki manusia terdapat perbedaan yang jelas dari sesi lingustik dan non-lingustik serta memiliki makna (Burridge & Stebbins, 2019). Richards and Webber, menyebutkan bahasa adalah sistem komunikasi manusia yang dinyatakan melalui suara atau ungkapan tulis yang terstruktur untuk membentuk satuan yang lebih besar seperti morfem, kata dan kalimat. Sedangkan menurut Sapir, bahasa sebagai suatu naluriah yang dimiliki manusia untuk mengkomunikasikan ide-ide, emosi dan keinginan yang menggunakan simbol yang dibuat untuk tujuan tertentu (Wiratno & Santosa, 2014). Bahasa adalah alat komunikasi, bersifat arbitrer, konvensional dan merupakan lambang bunyi (Suhandra, 2019). Bahasa adalah alat komunikasi yang bermakna (Noermanzah, 2019). Bahasa dalam pengertian kamus besar Bahasa Indonesia adalah sistem lambang bunyi berartikulasi yang bersifat sewenang-wenang dan konvensional yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran (Sugono, D., 2008).

Pendekatan Kontekstual

 a. Pengertian Pendekatan Kontekstual  Pendekatan kontekstual yaitu teori belajar mengajar yang memudahkan guru menautkan antara materi...