Membaca merupakan keterampilan peserta didik untuk memahami,
memaknai, menginterpretasikan, dan merefleksi sebuah teks sesuai
tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan sikap, pengetahuan,
keterampilan, dan potensinya. Menurut Hasanah & Lena (2021), membaca
adalah salah satu keterampilan yang esensial dan perlu dikuasai oleh
peserta didik, karena membaca memiliki peranan yang sangat penting
dalam kehidupan seseorang, sehingga proses pembelajaran untuk
melatihkan kemampuan membaca yang diperoleh pada pendidikan
pertama harus mendapatkan perhatian khusus.
Keterampilan membaca adalah kesanggupan, kecakapan, dan kesiapan
seorang individu untuk memahamisuatu gagasan dan lambang atau bunyi
bahasa yang ada dalam sebuah teks bacaan yang disesuaikan dengan
maksud dan tujuan si pembaca, yaitu untuk memperoleh amanat atau
informasi yang diinginkan. Proses membaca memerlukan pemahaman
yang baik, karena pada proses tersebut diperlukan kemampuan untuk
memahami sebuah teks bacaan serta memaknainya dengan benar.
Kegiatan membaca merupakan sebuah komunikasi yang dilakukan
secara tidak langsung, yaitu antara pembaca dan penulis melalui sebuah
tulisan. Berdasarkan pengertian ini, dapat dinyatakan bahwa kemampuan
membaca adalah kecakapan atau potensi seseorang untuk menguasai
sebuah keahlian komunikasi tidak langsung melalui bahasa tulis.
Melalui
kegiatan membaca, seorang pembaca dapat memperoleh sebuah pesan
yang disampaikan oleh seorang penulis berdasarkan kata-kata dan kalimat
yang ditulis.
Memirsa merupakan keterampilan peserta didik untuk memahami,
memaknai, menginterpretasi, dan merefleksisajian cetak, visual dan atau
audiovisual sesuai tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan
sikap, pengetahuan, keterampilan, dan potensinya. Menurut Mulyadi
& Wikanengsih (2022), keterampilan memirsa menuntut peserta didik untuk memaknai sebuah sajian visual dan atau audiovisual, menafsirkan
beragam jenis teks multimodal, serta menganalisis secara kritis sesuai
dengan konteksnya.
Keterampilan memirsa dapat mengembangkan
pengetahuan dalam menyerap informasi dan mengolah informasi
tersebut berdasarkan latar belakang pengetahuan yang dimiliki,
serta menyampaikan kembali informasi yang diperoleh secara kritis
dan logis.
Keterampilan memirsa di dalam kurikulum IB (International
Bacalaurate) disebut dengan viewing skill, yaitu memperhatikan dan
memahami media visual, seperti televisi, gambar iklan, film, diagram,
simbol, foto, video, drama, gambar, patung, lukisan, dll. Saat ini,
keterampilan memirsa menjadisebuah keterampilan yang penting untuk
dilatihkan kepada peserta didik karena dalam keseharian peserta didik
berurusan dengan teks multimodal,sehingga peserta didik harus mampu
memahaminya secara efektif, aktif, dan kritissupaya dapat berpartisipasi
penuh dalam masyarakat. Dalam hal ini, pembelajaran Bahasa dan Sastra
Indonesia memegang peranan yang sangat penting dan strategis.
Keterampilan memirsa membantu peserta didik untuk
mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya dalam menganalisis
dan mengevaluasi sebuah teks visual dan teks multimodal yang
menggunakan visual. Keterampilan memirsa juga dapat membantu peserta
didik untuk memperoleh informasi dan menghargai ide dan pengalaman
yang dikomunikasikan secara visual oleh orang lain. komponen-komponen
yang dapat dikembangkan dalam membaca dan memirsa diantaranya
adalah kepekaan terhadap fonem, huruf,sistem isyarat, kosakata,struktur
bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi.
Menulis adalah keterampilan menyampaikan gagasan, tanggapan,
dan perasaan dalam bentuk tulisan secara fasih, akurat, bertanggung
jawab, dan atau menyampaikan perasaan sesuai konteks. Dalam kegiatan
menulis, seorang penulis harus terampil untuk memanfaatkan grafologi,
struktur bahasa, dan kosakata (Rojaki, 2012). Kemampuan untuk menulis
tidak dapat dimiliki oleh seorang individu secara otomatis, tetap melalui
sebuah latihan dan praktik yang banyak dan konsisten. Akan tetapi, hal
tersebut masih harus ditingkatkan dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra
Indonesia, khususnya peserta didik SD.
Terdapat beberapa persyaratan yang seharusnya dimiliki oleh
sesorang untuk menghasilkan sebuah tulisan yang baik dan benar, yaitu
kemampuan untuk menemukan masalah yang akan ditulis, kepekaan terhadap kondisi pembaca, kemampuan menyusun rencana penulisan,
kemampuan menggunakan bahasa, kemampuan memulai tulisan, dan
kemampuan memeriksa tulisan.
Menulis dapat diartikan menyampaikan
pikiran, perasaan, atau pertimbangan melalui sebuah tulisan. Dalam hal
ini, alat yang digunakan dalam menulis adalah bahasa, yaitu kata, frasa,
klausa, kalimat, paragraf, dan wacana. Pikiran yang disampaikan kepada
orang lain melaluisebuah tulisan harus dinyatakan dengan kata-kata atau
kalimat yang dapat mendukung tersampaikannya sebuah makna secara
tepat dan sesuai dengan apa yang ingin disampaikan. Kata-kata yang
digunakan dalam menulis harus tersusun secara teratur menjadi sebuah
klausa dan kalimat supaya pembaca tulisan dapat memahami apa yang
ingin disampaikan oleh penulis. Semakin teratur bahasa yang digunakan
oleh penulis, semakin mudah seorang pembaca untuk memahami
pikiran penulis yang disalurkan dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu,
keterampilan menulis sangat penting untuk dimiliki oleh peserta didik
dan harus dilatihkan kepada peserta didik sedini mungkin. Komponenkomponen yang dapat dikembangkan dalam menulis antara lain adalah
penggunaan ejaan, kosakata, kalimat, paragraf, struktur bahasa, makna,
dan metakognisi dalam beragam jenis teks. Selengkapnya.....