Tampilkan postingan dengan label Modul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modul. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Oktober 2023

Fungsi Bahasa Indonesia

Bahasa yang digunakan diwilayah Republik Indonesia adalah Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan. Landasan dasar Bahasa Indonesia tertuang dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, lambang negara dan lagu kebangsaan. Secara spesifik fungsi Bahasa Indonesia termuat dalam bab III tentang bahasa negara pasal 25 ayat 2 yang berbunyi, “Bahasa Indonesia berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antar daerah dan antar budaya daerah” (Undang-Undang, 2009). 

Bahasa Indonesia diera globalisasi menghadapi berbagai tantang seperti teknologi canggih, kurangnya rasa bangga untuk menggunakan Bahasa Indonesia serta derasnya arus bahasa asing. Kedisiplinan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar akan mempertahankan eksistensi Bahasa Indonesia. Diperlukan sebuah kesadaran dari masyarakat Indonesia, terutama masyarakat sebagai pengguna Bahasa Indonesia dalam menggunakan Bahasa Indonesia (Murti, 2015). Selain faktor kesadaran yang disiplin untuk menggunakan Bahasa Indonesia. Pola pembiasaan menggunakan Bahasa Indonesia diperlukan dalam kehidupan sehari-hari (Nimas Permata Putri, 2017). 

Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa Indonesia sebagaimana semangat sumpah pemuda 1928 dalam mengakui Bahasa Indonesia. Masyarakat Indonesia benar-benar harus memahami bahwa Bahasa Indonesia adalah alat pemersatu. Fungsi Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa sangatlah penting (Inda Puspita Sari, 2015). Untuk mempertahankan Bahasa Indonesia sebagai pemersatu terkhusus ditingkat perguruan tinggi maka dosen bahasa dan sastra dapat mengambil peran di era globalisasi sekarang, seperti; 1) menjadi model Bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan, 2) menciptakan pembalajaran yang kreatif dan berpikir kritis, 3) memberikan kesempatan pengembangan industri dibidang kebahasaan dan kesastraan, 4) menjadi fasilitator komunitas ilmiah bahasa dan kesastraan, 5) memberikan peluang publikasi ilmiah dan pertukaran mahasiswa (Noermanzah, 2015). 

Bahasa Indonesia hendaknya selalu dilakukan monitoring yang berkelanjutan dari berbahasa dasar sampai berbahasa tingkat lanjutan. Kegiatan membina bahasa Indonesia harus dilakukan secara berkelanjutan agar Bahasa Indonesia tetap menjadi prioritas utama dalam pemakaian Bahasa Indonesia dan menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa Indonesia (Aziz, 2016). Selengkapnya.....

Minggu, 03 September 2023

Modul Ajar Literasi Sekolah Dasar

Dalam Kurikulum Merdeka, rencana pembelajaran atau modul ajar yang dikembangkan harus memenuhi kriteria sebagaimana yang telah dikembangkan di Sekolah Penggerak atau Program Organisasi Penggerak. Pertama adalah esensial, yaitu berasal dari desain tiap mapel lewat pengalaman belajar yang empirik dan multidisiplin. Kedua, menarik, bermakna dan menantang, artinya modul ajar harus menumbuhkembangkan minat siswa untuk giat belajar dan aktif dalam pembelajaran. Ketiga, kompatibel dan kontekstual, artinya modul ajar yang didesain harus memiliki relevansi dengan pengetahuan dan pengalaman siswa sebelumnya, dan tidak terbatasruang dan waktu siswa berada. Keempat, berkelanjutan, yaitu modul ajar harus saling terkait alur pembelajaran relevan dengan fase belajar siswa (Kemdikbud, 2020b; Kemdikbud, 2021c). Di dalam Kurikulum Merdeka khususnya yang telah diterapkan di Sekolah Penggerak dan POP telah umum disebut modul ajar bukan rencana pembelajaran.

Secara umum, komponen modul ajar minimal terdiri atas tiga aspek, yaitu informasi umum, kompetensi inti, dan lampiran. Jika dijabarkan secara rinci sebagai berikut:

A. Informasi Umum ; 1. Identitas Penulis 2. Kompetensi Awal 3. Profil Pelajar Pancasila 4. Prasarana dan Sarana 5. Target Peserta Didik 6. Model Pembelajaran yang Diterapkan 

B. Kompetensi Inti ; 1. Tujuan Pembelajaran 2. Asesmen 3. Pemahaman Bermakna 4. Pertanyaan Pemantik 5. Kegiatan Pembelajaran 6. Refleksi Peserta didik dan Pendidik 

C. Lampiran; 1. Lembar kerja peserta didik 2. Pengayaan dan remedial 3. Bahan bacaan pendidik dan peserta didik 4. Glosarium 5. Daftar Pustaka

Sedangkan tahap-tahap atau alur penyusunan modul ajar dapat dilakukan dengan tahapan yaitu; 1. Analisis kondisi dan kebutuhan siswa, pendidikan, dan SD. 2. Asesmen diagnostik pada kondisi dan kebutuhan siswa. 3. Identifikasi dan penentuan dimensi Profil Pelajar Pancasila yang hendak dicapai. 4. Pemilihan tujuan pembelajaran dari Alur Tahap Pembelajaran (ATP) sesuai Capaian Pembelajaran yang dikembangkan untuk dijadikan modul ajar. 5. Perencanaan jenis, teknik, dan instrumen asesmen. 6. Penyusunan modul ajar sesuai komponen-komponen yang telah disepakati. 7. Guru menentukan komponen esensial berdasarkan kebutuhan pembelajaran. 8. Elaborasi kegiatan pembelajaran berdasarkan komponen esensial. 9. Modul siap diterapkan. 10. Evaluasi dan pengembangan modul. Selengkapnya.....

Sabtu, 02 September 2023

Pengembangan Materi Literasi SD berbasis AKM

Pengembangan materi literasi SD pada Kurikulum Merdeka harus diintegrasi dengan Asesmen Kompetensi Minimun (AKM). Sebelum membahas AKM, dalam modul ini dijelaskan dulu skema penjenjangan membaca/literasi pada anak. Penjenjangan ini senada dengan taksonomi Barrett yang memetakan pemahaman membaca dalam lima jenjang, yaitu pemahaman literal, reorganisasi, pemahaman inferensial, evaluasi, dan apresiasi.

Merujuk dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka dan konsep pembelajaran literasi di atas, cakupan materi literasi anak SD dalam konteks ini terbagi atas dua aspek, yaitu di dalam pembelajaran mata pelajaran di luar pembelajaran lintas mata pelajaran. Pengembangan cakupan materi literasi SD ini merujuk kepada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). AKM dalam Kurikulum Merdeka memiliki tujuan mengukur kompetensi mendasar peserta didik agar mereka dapat mengembangkan kompetensi diri dan berpartisipasi potifi di masyarakat (Wijaya et.al, 2021:ii). Cakupan AKM pada kemampuan menerapkan bahasa atau kemampuan literasi anak fokus pada tiga aspek, yaitu: 1. Keterampilan berpikir logis-sistematis. 2. Keterampilan bernalar dengan menerapkan konsep dan pengetahuan. 3. Keterampilan memilah dan memilih serta mengolah informasi yang didapat.

Dalam konteks literasi, anak-anak diajak untuk mengenal konten teks yaitu ada teksfiksi dan teksinformasi. Sedangkan konteksteks yaitu konteks personal,sosial-budaya,saintifik, menemukan informasi, menafsirkan dan mengintegrasikan informasi, mengevaluasi dan merefleksi (Wijaya et. al., 2021:12–22). Dalam konteks ini, pengembangan materi literasi harus selaras dengan AKM karena orientasi dari pembelajaran literasi adalah penguatan kemampuan anak yang distandardisasikan untuk menjawab soal-soal AKM sebagai pengganti UN.

Literasi dalam mata pelajaran fokus pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan merujuk pada Capaian Pembelajaran. Melalui Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka, pendidik dapat mengembangkan materi dan mendesain modul ajar yang relevan dengan gaya belajarsiswa, pengalaman belajar siswa, dan perkembangan zaman. Sedangkan materi integral lintas mata pelajaran dapat dikembangan oleh pendidikan di semua mata pelajaran dengan penguatan komponen literasi yang ada dan dikembangkan secara holistik sesuai Capaian Pembelajaran pada mata pelajaran tertentu. Selengkapnya.....

Kamis, 31 Agustus 2023

Konsep Pembelajaran Literasi Anak SD

Pembelajaran literasi anak SD dalam konteks Kurikulum Merdeka menjadi penting untuk menjawab tantangan era digital saat ini. Selain penguatan numerasi dan sains, pemerintah melalui Kemendikbud Ristek fokus juga terhadap literasi. Artinya literasi menjadi penting dihadirkan tidak sekadar di dalam sebuah gerakan namun juga di dalam kurikulum dan pembelajaran, baik yang integral dengan mata pelajaran tertentu maupun yang berdiri sendiri untuk penguatan literasi anak SD.

Dalam konteks pedagogi, pembelajaran literasi merupakan pembelajaran keaksaraan pada anak (Wray, 1999:53). Dalam perkembangannya, pembelajaran literasi tidak hanya mengajarkan anak dalam aspek kognitif (belajar membaca) dan motorik (belajar menulis dengan pensil), namun dikuatkan pada keterampilan mencari, mengolah, dan memanfaatkan informasi dari internet, teknologi digital, dan kemampuan mengoperasikan dengan bijak Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) (Grönlund & Genlott, 2013). Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran literasi merupakan proses belajar yang holistik dari peranti manual menuju piranti digital yang dikenalkan pada anak. Seiring berkembangnya zaman, literasi di dalamnya mencakup tahapan-tahapan di dalam pembelajaran yang menjadikan peserta didik menumbuhkembangkan potensi dan pengetahuannya. Literasi di era Revolusi Industri 4.0 tidak sekadar literasi baca-tulis-berhitung yang biasa disebut literasi lama. Namun di dalam pembelajaran, anak-anak SD harus dikuatkan dalam aspek literasi baru yaitu literasi data-teknologi-manusia (Apriani, 2016:59; Stegman, 2014:31). 

Pembelajaran literasi dalam konteks ini harus menyesuaikan dari penguatan literasi lama menuju penguatan literasi baru pada anak. Pembelajaran literasi merupakan pengembangan keterampilan literasi individu di sekolah formal meliputi membaca, menulis, dan teknologi (Deshler et. al., 2012). Pembelajaran literasi SD adalah kegiatan untuk mengembangkan kemampuan membaca pada siswa SD (Aziz et. al, 2021:243). Pembelajaran literasi di SD merupakan pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa dengan berbagai macam teks. Maka dibutuhkan model, strategi dan metode pembelajaran yang relevan untuk membelajarkan literasi pada anak SD termasuk berbasis multiliterasi, integrasi, dan berdiferensiasi (Abidin, 2017:156). Konsep ini menegaskan bahwa pembelajaran literasi tidak sekadar pada aspek membaca dan menulis namun juga penguatan kemampuan literasi digital yang sesuai dengan perkembangan zaman. 

Untuk meningkatkan kemampuan adaptasi anak di era disrupsi, literasi digital harus diintegrasikan di dalam pembelajaran melalui pemanfaatan media digital, gambar, pembelajaran kontekstual, untuk meningkatkan kompetensi anak dalam penguasaan informasi, berpikir komputasi, melek media digital, dan penguasaan kompetensi TIK (Rusydiyah & Purwati, 2020:305). Pembelajaran literasi berbasis media digital membentuk budaya baru yang mengubah cara pandang, sistem sosial, konsep, dan nilai yang ada di dalam pendidikan (Rivoltella, 2008:ix). Oleh karena itu, dibutuhkan pembelajaran literasi yang menyesuaikan zaman namun tidak mencerabut sistem nilai dan karakter yang ada di dalam pendidikan. 

Literasi tidak selamanya berkorelasi dengan satu rumpun mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, namun hakikatnya literasi integral pada semua mata pelajaran karena sesuai konsep UNESCO di atas, literasi sangat berkaitan dengan proses belajar dari lintas disiplin ilmu. Pembelajaran literasi lintas mata pelajaran merupakan proses pembelajaran yang dilaksanakan pendidik dengan tujuan menumbuhkembangkan pengetahuan anak. Prosesnya dimulai dari tahap persiapan, merancang pembelajaran, pelaksanaan dan evaluasi proyek literasi sesuai perkembangan dan usia anak (Dewayani et. al., 2021:21). Hakikat pembelajaran literasi berdasarkan konsep ini tidak hanya di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia namun juga integral di dalam berbagai lintas disiplin ilmu. 

Merujuk Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 008/H/KR/2022, disebutkan bahwa pembelajaran literasi untuk penguatan kemampuan literasi bersumber dari fondasi keterampilan anak dalam bidang bahasa, sastra, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Secara konseptual, model dalam pembelajaran literasi dalam Kurikulum Merdeka mengacu model “pedagogi genre” dengan empat tahapan, yaitu penjelasan dalam membangun konteks, pemodelan, pembimbingan, dan pemandirian. 

Dari kajian di atas, secara substansial dapat kita simpulkan bahwa pembelajaran literasi anak SD merupakan pembelajaran yang direncanakan pendidik dalam aspek membaca, menulis, berhitung, dan teknologi media digital atau dalam konteksliterasi lama dan literasi baru. Pembelajaran literasi anak SD dapat diterapkan di dalam pembelajaran yang integral pada mata pelajaran tertentu seperti Bahasa Indonesia dan berdiri sendiri sebagai satu kesatuan di dalam program pembelajaran di kelas. 

Pembelajaran literasi anak SD secara teknis dilaksanakan dengan mengarusutamakan kemampuan akses, eksplor, identifikasi, proses, berhitung, menanyakan, memahani, menerapkan, intrepretasi, ekspresi, mengomunikasikan, dan menciptakan melalui multiinformasi, multimedia, multimodal termasuk buku teks, buku nonteks, dan sumber digital yang lain. Pembelajaran literasi anak SD dalam konteks Kurikulum Merdeka bukan menambahkan materi baru, namun pembelajaran literasi yang menyasar pada dimensi bahasa, sastra, sains, TIK, budaya, kewarganegaraan, teknologi, dan rekayas menjadi tujuan Kurikulum Merdeka. Hal ini menunjukkan bahwa setiap mata pelajaran di SD dapat diintegrasikan untuk berorientasi kepada kemampuan literasi anak sesuai kontennya masing-masing. Selengkapnya.....

Senin, 28 Agustus 2023

Platform Pembelajaran

Kurikulum merdeka menggunakan desain berbasis projek, selain itu kurikulum merdeka memanfaatkan perkembangan teknologi internet. Maka pengembangan platform-platform pembelajaran banyak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan belajarsiswa. Adapun secara rinci platform pembelajaran sebagai berikut:

1. Merdeka Mengajar

Platform merdeka mengajar hasil pengembangan dari kementerian pendidikan dan kebudayaan. Platform merdeka mengajar dapat digunakan melalui website https://guru.kemdikbud.go.id/ dan berbasis aplikasi android dapat didownload melalui play store. Untuk mengakses website atau platform secara penuh harus menggunakan akun google dengan domain belajar.id (akun pembelajaran) atau madrasah.kemenag.go.id (akun madrasah). 

Platform medeka mengajar menyediakan dua klasifikasi produk yaitu produk pengembangan guru dan kegiatan belajar mengajar. Produk pengembangan guru terdiri atas video inspirasi, pelatihan mandiri dan bukti karya saya. Sedangkan produk kegiatan belajar mengajar terdiri atas assesmen murid dan perangkat ajar. Platform merdeka mengajar adalah langkah menstransformasi pendidikan berbasis digital (Kemdikbud, 2022). 

Jadi satu aplikasi dengan multifungsi untuk membantu guru bertumbuh kembang dan memajukan pendidikan Indonesia. Platform merdeka mengajar bersifat gratis dan dapat digunakan guru seluruh Indonesia. Platform merdeka membantu guru mendapatkan inspirasi dan referensi untuk mengaplikasikan kurikulum merdeka (Kemendikbudristek, 2022)

2. Quizizz

Platform quizizz merupakan sarana pendidikan yang pertama kali dikembangkan di India tepatnya berpusat di Bengaluru. Aplikasi berbasis gamefikasi untuk kegiatan pembelajaran yang dapat didesain sendiri guru untuk menyampaikan materi pada siswa. Guru dapat membuat kuis-kuis yang akan menarik perhatian siswa untuk belajar. Kuis yang didesain akan secara otomatis memberikan nilai dan peringkat berdasarkan jumlah peserta kuis.

Platform quizizz yang digunakan untuk membantu kerja guru dalam mengajar masih mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kekurangan quizizz yaitu bergantung dengan jaringan internet (kuat-lemahnya sinyal), tidak bisa merevisi jawaban, dan bergantung perangkat hanphone dan komputer yang digunakan. Sedangkan kelebihannya adalah belajar menjadi menyenangkan dan efektif (Suharsono & Budiarto, 2018). 

Tren menggunakan quizizz dalam kegiatan pembelajaran menjadi pertanyaan, seberapa efektif dalam membantu guru dalam mengajar? Quizizz efektif untuk digunakan dalam belajar dengan indikator perhatian, kemandirian, keaktifan, ketelitian dan ketenangan siswa dalam mengerjakan kuis (Salsabila et al., 2020). Jika keefektifan quizizz ditinjau dari perkembangan kognitif siswa maka quizizz dapat dikatakan efektif untuk digunakan belajar (Hidayati & Aslam, 2021).

3. Kahoots

Platform kahoots merupakan aplikasi untuk belajarsambil bermain. Kahoots hadir sejak 2012 hasil proyek bersama Norwegian university of science and technology. Kahoots dapat gunakan untuk kuis dan survei. Platform kahoots membantu untuk proses belajar dan mengajar. Memudahkan memahami materi yang dipelajari. Platform kahoots dapat menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan (Nada, 2020). Selain itu Kahoot dapat meningkatkan motivasi untuk belajar (Muzayanati, A., Maemonah, M., & Puspitasari, 2022).

4.  Google form

Google suite mempunyai beberapa bagian salah satunya google form. Platform ini selama pandemi Covid-19 banyak digunakan guru sekolahan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Setiap pengguna domain gmail secara otomatis dapat menggunakan google form secara gratis. Adapun langkah-langkah membuat google form sebagai berikut: a) Aktifkan email google; pilih Sembilan titik-titik sebelah profil. b) Pilih menu Drive; pilih tombol new. c) Pilih more; pilih google form; pilih blank form. d) Google form tampil; isi judul form dan isikan pertanyaan untuk siswa. e) Bagikan link google form pada siswa Google form digunakan dalam pembelajaran untuk melakukan evaluasi pelajaran pada siswa. Google form efektif digunakan sebagai sarana untuk evaluasi pelajaran (Nyoman & Aryanti, 2021). Selengkapnya.....

Minggu, 23 Juli 2023

Model Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Model pembelajaran ada banyak pilihan bergantung kreativitas dan keterampilan guru dalam mengaplikasikannya di sekolah dasar. Kurikulum merdeka lebih menekankan model pelajaran yang berbasis projek. Adapun model-model pelajaran yang dapat digunakan untuk pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka seperti; model pedagogi genre, problem-based learning (PBL), project-based learning (PjBL), teaching at the right level (TaRL), dan tematik integrative. 

Model pembelajaran berbasis projek bersifat student center atau kegiatan belajar yang menuntut siswa yang banyak belajar dan aktif. Belajar yang menuntut siswa memecahkan permasalahan dengan ilmiah. Ada beberapa pinsip yang menjadi pedoman dalam melaksanakan pembelajaran berbasis projek yakni; 1) Holistik, 2) kontekstual, 3) berpusat pada siswa, 4) eksploratif (Kemendikbudristek, 2021b). Selengkapnya.....


Selasa, 18 Juli 2023

Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka atau kurikulum 2022 memunculkan istilah-istilah yang baru dalam pembelajaran. Namun, sebenarnya konteks isi merupakan penyempurnaan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Modul ajar atau rencana pelaksanaan pembelajaran plus adalah rangkaian yang butuh dipersiapkan guru untuk mengajar. Setidaknya modul ajar memuat tujuan pembelajaran, metode pembelajaran dan metode penilaian pembelajaran (Kemendikbud, 2022). Format modul ajar beraneka ragam. 

Modul ajar merupakan kreativitas guru namun pengembangan model modul ajar berpatokan pada kurikulum yang berlaku. Secara sederhana komponen utama terdiri atas judul materi pelajaran, waktu pelaksanaan, cara melaksanakan pelajaran, evaluasi kegiatan pelajaran. Modul ajar tidak ada format baku hal yang terpenting adalah modul ajar harus efektif, efisien dan berorientasi belajar siswa (Kemendikbud, 2022). Modul ajar yang gunakan untuk mengajar adalah modul ajar yang memudahkan untuk mengajar dan mencapai tujuan pembelajaran. Selengkapnya.....


 

Senin, 17 Juli 2023

Perencanaan Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Kegiatan belajar dan mengajar membutuhkan proses dan tahapantahapan yang dilakukan secara terencana. Perencanaan pembelajaran menjadi panduan dalam melaksanakan kegiatan mengajar. Seorang guru profesional akan mengajar dengan mempertimbangkan persiapan mengajar, proses mengajar dan hasil yang akan dicapai dalam belajar. Perencanaan pembelajaran diperlukan karena setiap pembelajaran diperlukan perbaikan (Afandi, 2011).

Perencanaan pembelajaran bukan sekedar rencana biasa namun membutuhkan realisasi nyata untuk memenuhi sistem belajar yang terstandar. Perencanaan pembelajaran akan memandu proses berlangsungnya pelajaran di dalam kelas dan di luar kelas. Ada empat unsur utama yang harus ada dalam perencanaan pembelajaran yaitu; 1) tujuan yang akan dicapai, 2) strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan, 3) dukungan sumber daya, dan 4) realisasi setiap keputusan (Ananda, 2019). 

Realisasi belajar dan mengajar dilaksanakan secara prosedural, realistis dan sistematis. Pertimbangan dan keputusan memberikan perlakuan terhadap siswa dalam prosesnya dan orientasi hasil belajar. Belajar dan mengajar yang direncanakan jauh lebih baik dibandingkan dengan belajar dan mengajar yang dilakukan spontanitas. Pada akhirnya perencanaan pembelajaran dapat disebut sebagai sebuah pendekatan sistematis untuk memperbaiki pembelajaran (Nur, 2017). Dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan maka perencanaan pembelajaran selalu dilakukan perbaikan dan pengembangan. Perencanaan pembelajaran disesuaikan berdasarkan kurikulum yang sedang berlangsung sesuai masanya.

Pada kurikulum 2013 atau (K13) juga dilakukan perbaikan untuk penyempurnaan sehingga muncul K13 edisi revisi di tahun 2014 dan 2018. Kurikulum 2013 kemudian dikembangkan lagi menjadi kurikulum merdeka tahun 2022. Perbaikan-perbaikan kurikulum sebagai dasar utama perbaikan perencanaan pembelajaran. Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia mempunyai karakteristik dan fokus tersendiri dari setiap kurikulum yang disetujui menteri pendidikan. Fokus setiap kurikulum adalah tujuan yang akan dicapai dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Kesan ganti menteri maka ganti kebijakan dan akan mengganti kurikulum. Hal ini sebetulnya bukan menjadi poin penting dalam perbaikan kurikulum. Namun, isi dan konten kurikulum adalah hal yang paling penting untuk terus dilakukan pengembangan dan pengkajian sehingga tren serta kebutuhan pendidikan masyarakat Indonesia dapat di akomodir semuanya. Lingkungan pendidikan adalah lingkungan pembelajar, bertumbuh dan berkembang untuk menyelesaikan permasalahan serta memberi solusi bagi negeri. Apapun nama kurikulumnya bukan persoalan yang penting isinya. Masa depan generasi Indonesia salah satu penentunya adalah kurikulum pendidikan. Kurikulum merupakan peta jalannya pendidikan, seperti apa tujuan yang akan dicapai, bagaimana cara menjalankannya dan untuk siapa kurikulum dibuat. Semua harus bergerak mensukseskan pendidikan. Selengkapnya.....

 

Minggu, 16 Juli 2023

PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF BAHASA DAN SASTRA SD KURIKULUM MERDEKA

Perangkat pembelajaran merupakan alat yang digunakan untuk mengoptimalkan ketercapaian pembelajaran. Perangkat pembelajaran disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan proses belajar dan mengajar. Tuntutan zaman yang semakin canggih dan melesat maju dengan perkembangan teknologi mengharuskan dilakukan inovasiinovasi perangkat pembelajaran. Inovasi dilakukan merupakan upaya peningkatan pemikiran, pengembangan pembelajaran, dan pelaksanaan kurikulum (Yunani, 2009). 

Inovasi berkembang disemua aspek kegiatan belajar. Pembelajaran yang semula hanya mayoritas dilakukan dengan cara pertemuan langsung (luring) berkembang menjadi pembelajaran tatap muka dengan menggunakan media internet berbasis aplikasi atau lebih lebih dikenal dengan istilah pembelajaran daring. Adapun aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran seperti zoom, microsoft teams, google meet, dan sebagainya. Selain aplikasi yang digunakan inovasi pembelajaran juga dilakukan pada sumber belajar, cara belajar dan cara mengajar. Sumber belajar tersedia sangat banyak misalnya dari google, youtube, voa learning, buddytalk, dan lain-lain. Cara belajar dapat disesuaikan dengan tipe orang yang belajar dengan cara visual, audio serta audio visual. 

Sementara untuk cara mengajar sudah sangat bervariatif. Mengajar menggunakan video, channel youtube, live streaming facebook dan instagram, serta podcast. Inovasi perangkat pembelajaran menggunakan podcast menjadi solusi untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ), biaya murah dan mudah digunakan guru (Laila, 2020). Pembelajaran luring berinovasi menjadi daring kemudian berkembang lagi menjadi pembelajaran gabungan keduanya (blended learning). Sistem belajar yang menggabungkan teknologi dengan belajar tatap muka langsung memacu siswa untuk terus berkembang dan memberikan kemudahan dalam memahami dan menelaah materi-materi pelajaran. Blended learning berdampak efektif dalam hasil pembelajaran online dan offline (Abdullah, 2018). Selengkapnya.....

Minggu, 04 Juni 2023

FILOSOFI, KONSEP, DAN TEORI - BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SD BERORIENTASI KURIKULUM MERDEKA




Filsafat berasal dari bahasa Arab yaitu falsafaah,bahasa ini diadopsi dari bahasa Yunani yaitu philosophiha. Kaelan pada tahun 1998 menyatakan bahwa filsuf dunia memiliki perhatian besar terhadap bahasa, sebab banyak persoalan filsafat, konsep filosofi akan menjadi jelas saat dianalisis dengan bahasa (Sumanto, 2017; Warami, 2016). Tokoh-tokoh filsafat analitik bahasa hadir dengan analitik bahasanya untuk mengatasi kelemahan, kekaburan, dan kekacauan yang selama ini muncul dalam konsep filosofi. Salah satu tokoh filsuf di Perancis yaitu F. de Saussure juga melakukan perubahan radikal dengan meletakkan dasar-dasar filosofis terhadap linguistik. Filsafat bahasa dapat dikelompokkan atas dua pengertian. Pertama, bahasa sebagai alat untuk menganalisis, memecahkan dan menjelaskan problema-problema dan konsep-konsep filosof. Kedua bahasa sebagai objek materi dengan membahas, mencari hakikat bahasa, hingga paradigma bagi perkembangan teori-teori linguistik. Pada zaman Yunani kuno, bahasa menjadi salah satu bahan kajian para filsuf karena mereka mengembangkan dan mengemukakan gagasan tentang bahasa. Zainuddin (2009) mengatakan bahwa filsafat memiliki tiga cabang, yaitu: 1. Metafisika. secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘di luar fisik’ yang berarti bahwa sesuatu yang berada diluar apa yang bisa dilihat dan dirasakan secara empiris. 2. Epistemologi. menurut sumber yang sama, merupakan teori tentang ilmu pengetahuan, yaitu teori yang menaungi alat yang dipergunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan, batasjarak ilmu pengetahuan kita, dan kriteria yang kita pergunakan untuk menilai salah atau benarnya ilmu pengetahuan kita. 3. Logika. Cabang filosofi yang merefleksikan hakikat cara berpikir sehingga mampu memberikan penalaran yang tepat, membedakan argumen yang baik dan yang buruk, dan metode-metode untuk mendeteksi kesalahan dalam penalaran. Kaelan (1998) mengatakan bahwa epistemologi juga pada sisi lain berkaitan dengan teori kebenaran, dimana di dalam epistemologi ini terdapat tiga jenis kebenaran. 1. Teori kebenaran koherensi, yaitu sebuah pernyataan dianggap benar apabila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebenarnya. Sebagai contoh, pernyataan “hewan menyusui disebut mamalia” pernyataannya bahwa sapi adalah menyusui. 2. Teori kebenaran korespondensi, yaitu bahwa sebuah penyatann dianggap benar bilamana materi pengetahuan yang dikandung dalam pernyataan ini berhubungan dengan objek atau fakta yang diacu oleh pernyataan tersebut, contoh ‘kota Medan terdapat di Sumatra Utara’ adalah benar karena terdapat hubungan antara ide dengan fakta dimana hubungan itu terjadi melalui bahasa. 3. Teori kebenaran pragmatis, yaitu sebuah pernyataan yang dianggap benar apabila pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis bagi kehidupan manusia. Ini berarti suatu pernyataan akan dianggap apabila memberikan manfaat praktis kepada manusia. Dengan demikian, pernyataan itudianggap benar berdasarkan konteks penggunaannya. Sauri (2006) mengemukakan bahwa bahasa memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut: a. Semantik yaitu bahasa mempunyai aturan atau pola antara lain sistem bunyi dan sistem makna. b. Arbiter(manasuka) artinya bahasa itu dipilih secara acak tanpa alasan atau manasuka, tidak ada hubungan logis dengan kata-kata sebagai simbol. c. Ucapan atau vokal, artinya bahasa itu ujaran, berarti media bahasa yang terpenting adalah dengan bunyi-bunyi. d. Simbol, bahwa bahasa itu simbol dari perasaan, keinginanan, dan harapan. e. Bahasa itu mengacu pada dirinya, artinya bahasa itu mampu digunakan untuk menganalisis bahasa itu sendiri. f. Manusiawi, artinya bahasa itu adalah kekayaan yang hanya dimiliki oleh manusia g. Komunikasi, artinya bahasa itu alat komunikasi dan interaksi antar manusia dan menjadi pelekat dalam menyatupadakan keluarga, masyarakat, dan berbagai kegiatan sosialisasi. Intinya bahwa bahasa adalah merupakan media wacana segala ilmu dan sekaligus metabudaya. Wicoyo (1997) mengatakan bahwa Devit menyebutkan adanya empat lingkaran makna dalam bahasa, yaitu: 1. Makna yang dibicarakan dibicarakan oleh isi muatan pikiran. 2. Isi itu dijelaskan oleh makna kalimat pikiran. 3. Makna itu dijelaskan oleh makna konvensional. 4. Makna konvensional dijelaskan oleh makna pembicara. Untuk menemukan makna, filsafat memberikan analisis sehingga makna tersebut dapat diterima secara logis, objektif, dan sistematis. Sedangkan peran filsafat sebagai bahasa adalah bahwa analisis filsafat merupakan salah satu metode yang digunakan dalam memecahkan problematika kebahasaan. Aliran-aliran dalam filsafat dapat mewarnai pandangan para ahli bahasa dalam mengembangkan teori-teorinya. Selengkapnya...

Jumat, 02 Juni 2023

Bahasa dan Sastra Indonesia SD Berorientasi Kurikulum Merdeka

 


Perkembangan zaman semakin cepat di era 5.0, maka pemerintah melakukan berbagai terobosan baru untuk memenuhi kebutuhan belajar dan mengajar. Bahasa Indonesia adalah Bahasa persatuan, jangan heran pelajaran Bahasa Indonesia dipelajari dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Setiap kegiatan belajar mengajar membutuhkan kurikulum. Kurikulum juga terus dilakukan pengembangan. Perubahan kurikulum hal biasa termasuk perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka. Buku Bahasa dan sastra Indonesia SD berorientasi kurikulum merdeka, hadir untuk mendukung dan melengkapi kegiatan belajar mengajar. 

Pendekatan Kontekstual

 a. Pengertian Pendekatan Kontekstual  Pendekatan kontekstual yaitu teori belajar mengajar yang memudahkan guru menautkan antara materi...