1. Keterampilan Berbicara Permulaan
Keterampilan berbicara permulaan adalah salah satu
keterampilan berbahasa sebagai kemampuan
mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata
untuk mengekspresikan, menyatakan serta
mengungkapkan pendapat atau pikiran dan perasaan
kepada seseorang atau kelompok secara lisan, baik
lisan berhadapan ataupun dengan jarak jauh
(Abbas:2006).
2. Jenis-jenis Keterampilan Berbicara Permulaan
a. Berdialog
b. Menyampaikan pengumuman
c. Menyampaikan argumentasi
d. Bercerita
3. Metode Keterampilan Berbicara Permulaan
a. Metode ulang ucap
Kegiatan ini dapat dimulai dari kegiatan
sederhana terutama untuk kelas awal SD yaitu
dengan menugaskan peserta didik mengulang
kata yang diucapkan oleh guru.
b. Metode Lihat Ucap
Peserta didik ditugaskan untuk mengucapkan
sesuatu kata atau kalimat yang berhubungan
dengan benda yang diperlihatkan oleh guru.
c. Metode Memberikan Deskripsi
Peserta didik diberikan tugas untuk
mendeskripsikan suatu benda yang diperlihatkan
oleh guru. Keterampilan yang dilatih selain
kemampuan pokok yaitu mengungkapkan
pendapat adalah megamati benda, memilih dan
mencocokkan sehingga sangat cocok diterapkan
pada siswa kelas awal sampai menengah di
Sekolah Dasar.
d. Metode Menjawab Pertanyaan
Metode ini sudah sangat umum sehingga dapat
diterapkan pada kondisi dan jenis sembarang
bahan ajar. Pertanyaan dapat dikondisikan
sedemkian rupa oleh guru untuk merangsang
kreatifitas berfikir dan menyampaikan tanggapan
terhadap suatu masalah yang diajukan.
e. Metode Bertanya
Metode bertanya juga sangat layak digunakan
pada sembarang bahan ajar. Dengan menyajikan
bahan ajar telebih dahulu kemudian peserta didik
ditugaskan untuk membuat pertanyaan tentang
sesuatu yang tidak dipahami oleh peserta dididk
atau bahkan dalam tataran menguji materi ajar
itu sendiri. Dengan bertanya mereka akan
mendapat jawaban dan tanggapan tersebut.
f. Metode Pertanyaan Menggali
Metode ini sangat baik digunakan jika kondisi
siswa yang stagnan dan dengan rata-rata tingkat
pemahaman bahkan IQ biasa-biasa saja. Karna
untuk mengantarkan mereka kepada suatu
pemahaman yang menjadi tujuan pembelajaran
diperlukan langkah langkah yang menggiring
siswa sehingga sampai pada suatu keadaan
paham kepada tema atau permasalahan yang
ingin kita sampaikan. Terkadang usaha ini agak
sulit dan membuat kita jengkel karna harus
berputar-putar mencari pengandaian dan logika
lain, akan tetapi disinilah letak seni kita sebagai guru. Akhirnya siswa akan dapat berbicara untuk
menyampaikan gagasan, ide dan pendapat
mereka.
g. Metode Melanjutkan
Pada kegiatan ini siswa secara bergilir ditugaskan
untuk membuat ide cerita dan siswa yang lainnya
melanjutkan cerita tersebut. Dalam keadaan
tertentu dapat dikondisikan suatu bentuk
permainan dalam kegiatan ini.
4. Keterampilan Berbicara Lanjutan
Keterampilan berbicara lanjutan adalah kemampuan
seseorang dalam menyampaikan pikiran, gagasan,
dan perasaan dengan menggunakan bahasa lisan.
(Unsa: 2022).
5. Jenis-jenis Keterampilan Berbicara lanjutan
a. Musyawarah
b. Diskusi
c. Pidato
d. Ceramah
6. Metode keterampilan berbicara di kelas lanjutan
a. Menceritakan kembali
Kegiatan ini sudah sangat umum dilaksanakan
terutama dalam pembelajaran yang menggunakan
bahan ajar cerita baik fiksi maupun non fiksi. Di
mana siswa ditugaskan untuk membaca atau
mendengar cerita untuk kemudian menceritakan
kembali isi cerita tersebut secara lisan di depan
teman-teman mereka yang berperan sebagai
audien. Dengan kegiatan ini maka siswa akan
tertantang untuk berlomba memahami cerita yang
sudah pernah mereka dengar atau basa.
b. Metode Percakapan atau Bermain Peran
Kegiatan ini sangat baik dilaksanakan untuk
pemahaman tingkat lanjut tentang suatu cerita di
mana dengan memerankan siswa akan lebih memahami bukan hanya kepada alur cerita akan
tetapi akan lebih kepada penjiwaan karakter
masing-masing tokoh. Dalam keadaan ini
pemahaman siswa terhadap cerita akan utuh
karna dengan berbicara mengucapkan naskah
cerita atau drama, mereka akan sangat
menghayati setiap adegan dan untaian kata
percakapan yang diucapkan.
c. Metode Parafrase
Metode ini dapat dilaksanakan dalam kegiatan
belajar menggunakan bahan ajar puisi yang
selanjutnya diubah menjadi prossa yang
kemudian siswa ditugaskan menceritakan secara
lisan hasil paraprase tersebut.
d. Metode Reka Cerita Gambar
Metode ini sangat kreatif dan layak untuk dicoba
karna dengan menyajikan gambar acak siswa
akan mereka kembali dengan susunan yang benar
urutan gambar tersebut. Dalam kegiatan tersebut
dengan sudah sangat pasti mereka akan berbicara
setelah guru bertanya,
e. Metode Memberi Petunjuk
Metode ini layak juga untuk dicoba terutama
untuk mempelajari bahan ajar tentang denah,
petunjuk penggunaan obat dan alat tertentu.
Dengan penugasan untuk menyampaikan hal
tersebut siswa akan tertantang untuk berbicara
dan menyampaikan penjelasan berdasarkan ide
dan pendapat masing-masing melalui bahasa
sederhana dan sesederhanapun penyampaian
layak mendapat penghargaan.
f. Metode Pelaporan
Melalui pengamatan terhadap obyek pada
kegiatan tertentu siswa kemudian melaporkan
hasil pengamatan dengan penyampaian lisan yang
didahului oleh konsep tulisan. Dalam hal ini
terjadi proses mirip dengan proses pada metode identifikasi akan tetapi memiliki tingkat
kerumitan yang lebih tinggi. Sehingga
sesederhana apapun penyampaian siswa layak
dihargai karna sebagai awal mula yang baik untuk
proses penelitian dan pelaporan
g. Metode Wawancara
Kegiatan ini adalah kegiatan tingkat tinggi dari
bertanya hingga menganalisa jawaban audiens
kemudian mengajukan pertanyaan berikutnya
yang diikuti oleh proses pelaporan layaknya
seorang wartawan. Proses berbicara dari kegiatan
ini adalah awal dari membentuk pribadi yang
kritis dan santun
h. Metode Diskusi
Kegiatan ini adalah proses interaksi tingkat
tertinggi yang merangsang daya fikir, logika, kritis
dan santun. Dalam kegiatan ini sejelek apapun
pendapat, sanggahan dan klarifikasi siswa adalah
hal yang maha baik dalam memulai suatu sikap
peka terhadap lingkungan dan isu-isu tertentu
dalam mencari jalan keluar. Dimana sudah
barang tentu merupakan kreatifitas yang sangat
layak mendapat penghargaan.
i. Metode Bertelpon
Seiring dengan teknologi informasi yang kian maju
maka keterampilan bertelpon sangat penting
dalam membentuk sikap cepat, efektif dan sopan
dalam berkomunikasi. Karna berbicara melalaui
telpon tanpa hadirnya lawan bicara secara
langsung memerlukan tingkat kepekaan yang
tinggi dalam tata cara pergaulan sehari-hari
dalam kegiatan bertelpon
j. Metode Dramatisasi
Metode ini adalah kelanjutan dari kegiatan
bermain peran yang dilengkapi dengan tema,
seting, perwatakan, seting dan naskah drama
yang ditampilkan secara utuh. Kegiatan ini penuh dengan kegiatan berbicara
sesuai dengan tuntunan naskah yang runtut.
Selengkapnya dapat diakses dalam link berikut:
Beli Buku Google Scholar Research gate Doi