Media pembelajaran juga tidak kalah penting dalam memberikan
sumbangsih untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Apalagi untuk siswa
sekolah dasar yang masih pada tahap operasional konkrit, media sangat
bermanfaat bagi mereka untuk menerjemahkan hal abstrak menjadi
hal lebih konkrit. Media pembelajaran memiliki berfungsi sebagai alat
bantu mengajar yang ikut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan
belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru (Azhar, 2010). Adanya
media pembelajaran diharapkan mampu membangkitkan rangsangan
pada semua indera. Rangsangan yang diterima oleh alat indra akan
memberikan pengaruh untuk ingatan seseorang. Semakin banyak alat
indera yang terlibat atau berinteraksi dengan media pembelajaran makan
kemampuan otak untuk mengingat dan mengolah informasi akan lebih
maksimal. Penggunaan media pada pembelajaran diharapkan akan
mempermudah siswa dalam menerima dan menyerap dengan mudah
dan baik pesan-pesan dalam materi yang disajikan.
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting
dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah sasar. Akan tetapi selama
ini penyediaan media pembelajaran masih menjadi problematika. Media
pembelajaran merupakan sarana yang dipergunakan atau dimanfaatkan
agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, memperlancar
dan mempermudah penyampaian informasi ke arah tujuan yang telah
direncanakan.
Sebelum guru memanfaatkan media pembelajaran di kelas,sebaiknya
guru harus membekali diri dulu dengan dengan pengetahun tentang media
pembelajaran. Pengetahuan ini dibutuhkan karena banyak guru yang
tidak memahami ikhwal media pembelajaran baik teori, pemanfaatan,
pemilihan, maupun pengembangannya.
Manfaat dari setiap media pembelajaran bergantung pada kemampuan
guru dan siswa untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan pesan-pesan yang terkandung dalam media pembelajaran yang didayagunakan.
Sudah banyak studi yang mengungkapkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berdampak pada terwujudnya iklim positif dalam
pembelajaran (Marisa, 2010).
Penggunaan media pembelajaran mampu
memberikan gambaran kongkrit pada siswa.
Bagi siswa, seringkali materi yang bersifat terlalu abstrak membuat
mereka bingung. Disinilah peran media pembelajaran mampu digunakan
untuk mengubah konsep abstrak menjadi kongrit. Jika dikaitkan
dengan pembelajaran bahasa Indonesia SD pada materi ide pokok dan
kalimat utama, guru bisa menghadirkan media berupa peta pikiran atau
multimedia interaktif. Kehadiran media di tengah-tengah pembelajaran
akan memotivasi siswa dan ikut terlibat dalam pembelajaran. Akibatnya
mereka akan lebih mudah dalam menguasai materi.
Ironisnya, penggunaan media ke dalam pembelajaran kurang
mendapatkan perhatian dari guru. Guru merasa admistrasi pembelajaran
sangat membebani mereka. Begitu juga ketika harus mengembangkan
media pembelajaran yang harus disesuaikan dengan karakteristik
dan kebutuhan siswa. Apalagi jika mereka harus membuat media
pembelajaran yang sesuai dan mendukung pembelajaran. Kondisi tersebut
memberikan beberapa indikasi adanya kurang kreatifnya guru-guru di
sekolah dalam mempersiapkan media pembelajaran.
Media pembelajaran
bahasa Indonesia yang digunakan selama ini masih terbilang sederhana
yakni gambar, foto, video yang diambil dari YouTube. Kondisi ini
memperlihatkan kurang kreatifnya guru sekolah dasar.
Sebenarnya jika guru memiliki jiwa inovatif dan kreatif bisa
mengembangkan media pembelajaran sendiri. Pada era Abad 21 ini,
sumberinformasi mengenai pengembangan media tidak hanya didapatkan
dari satu sumber. Guru sebenarnya bisa melakukan pengembangan diri
melalui pelatihan-pelatihan yang diinisiasi pemerintah, perguruan tinggi
atau bahkan mereka bisa belajar dari YouTube yang menyediakan berbagai
video cara mengembangkan media dari mulai media sederhana maupun
media yang berbasis digital.
Permasalahan yang lain, kadang kala guru sudah membuat media
pembelajaran bermuatan bahasa Indonesia akan tetapi kurang sesuai
dengan materi pembelajaran. Padahal pemanfaatan media pembelajaran
seharusnya memperhatikan materi yang akan diajarkan serta karakteristik
siswa. Selain itu, guru juga perlu memiliki keterampilan memilih dan
menggunakan media tersebut dengan baik tidak cukup hanya memiliki
pengetahuan tentang media saja (Hamalik, 2011).
Keterampilan memilih media pembelajaran penting dilakukan
karena kelas yang dimiliki guru adalah kelas yang beragam. Beragam
karakteristik, gaya belajar, minat, kemampuan kognitif, dll. Tentu sebagai
guru yang bijaksana dan profesional harus mampu memfasilitasi mereka
dengan baik. Salah satu pertimbangan guru dalam memilih media
pembelajaran yang akan digunakan adalah keberagaman yag dimiliki
siswa. Tujuannya agar semua karakteristik guru bisa terfasilitasi dengan
baik. Begitu juga jika guru ingin menciptakan pembelajaran aktif, kreatif
agar efektif serta menyenangkan, guru tidak dapat melepaskan diri dari
media pembelajaran. Baik dalam pembelajaran yang sederhana maupun
pembelajaran yang menggunakan digital. Jika dalam pembelajaran terjadi
kesalahan dalam pemilihan media pembelajaran akan menyebabkan
terganggunya pencapaian tujuan pembelajaran.
Saat ini media yang dapat digunakan pun tidak terbatas pada media-media sederhana. Pada Abad 21, perkembangan teknologi juga merambah
pada dunia pembelajaran. Namun problematika yang selama ini terjadi
adalah beberapa guru kurang mampu menggunakan teknologi. Akibatnya
pemanfaatan media berbasis digital ke dalam kelas kurang maksimal.
Kejadian ini sangat dirasakan saat pembelajaran daring karena adanya
pandemi Covid-19 beberapa waktu yang lalu. Kekurangterampilan
guru dalam pemanfaatan teknologi memberikan dampak pada kurang
maksimalnya pembelajaran daring (Ariesca et al., 2021). Selengkapnya.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar