Rabu, 21 Juni 2023

Mediasi Bahasa Indonesia

Membaca sastra menghubungkan dengan teks, dan melalui teks semacam komunikasi antarbudaya, dan mediasi yang sekarang secara luas ditetapkan sebagai pendidikan bahasa. Cook, Gracia dan Wei berpendapat bahwa untuk dapat meningkatkan penggunaan terjemahan di semua tahapan pembelajaran bahasa, untuk pendidikan tinggi pembelajaran bahasa harus bersifat aditif daripada subtraktif, komprehensif daripada eksklusif (Cook, 2010); (Garcia, O., & Wei, 2014). Banyak tekssastra yang bersifat multibahasa dan multikultural, ini semua mengacu pada tujuan utama dari pembelajaran bahasa sebagai persiapan untuk peran mediasi. 

Kita harus mencatat potensi untuk pelajar bahasa dari ide-ide yang terbaru dari sebuah teks kreatif dan kreativitas sebagai versi, melalui internet, multimodally, adaptasi, intervensi, partisipasi, situs web penggemar (misalnya Harry Potter), parodi, dan lainnya. Pelajar menghadapi dunia yang terus berubah-ubah serta interpretasi dengan respon yang diperebutkan yang membutuhkan mediasi, hal ini juga di tawarkan oleh sastra paradikmatik. Pembelajar hari ini harus lebih dari sebelumnya yang mana harus berani tampil dalam perbedaan, keragaman, dan variasi yang sebelumnya tidak berpengaruh dan untuk mengklarifikasi sikap sebagai tanggapan. Sastra tidak boleh dianggap sebagai teks klasik, tetapi sebagai tulisan yang kreatif melibatkan imajinasi dan bahkan hasrat, dan dapat diakses di berbagai tingkatan, hingga analisis yang lebih intelektual. Selengkapnya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendekatan Kontekstual

 a. Pengertian Pendekatan Kontekstual  Pendekatan kontekstual yaitu teori belajar mengajar yang memudahkan guru menautkan antara materi...