Teori Konstruktivisme
Teori ini dicetuskan oleh dua ahli yaitu Lev Vygotsky dan Jean
Piaget pada tahun 1978 (Schunk, 2012). Beberapa pembelajaran yang
menggunakan teori ini memiliki karakteristik:
a. menekankan pada proses belajar bukan mengajar;
b. siswa didorong mandiri dan inisiatif;
c. siswa didorong melakukan penyelidikan;
d. peran pengalaman kritis saat belajar;
e. rasa ingin tahu didorong secara alami;
Teori Behaviorisme
Teori ini dicetuskan oleh B. F. Skinner, Ivan Pavlop,J. B. Watson,
dan E. L. Thorndike pada tahun 1920-an. Teori ini menyatakan
bahwa perubahan perilaku manusia dipengaruhi oleh stimulus. Ada
beberapa prinsip dalam teori ini (Takemura, 2014):
a. Proses belajar harus mengikuti karakteristik siswa;
b. Hasil belajar harus disampaikan kepada siswa, jika salah segera
diperbaiki, jika benar segera dikuatkan;
c. Tidak boleh memberikan hukuman;
d. Guru lebih banyak memberikan instruksi daripada ceramah,
disertai contoh;
e. Pembelajaran berorientasi pada tindakan dan hasil yang dapat
diukur;
f. Pengulangan dan latihan diperlukan untuk menjadikan
pembiasaan;
g. Perilaku diharapkan mendapat penguatan positif, perilaku tidak
diharapkan mendapat penguatan negatif.
Teori Humanistik
Teori ini dicetuskan oleh A. Maslow, Carl Rogers, dan Howard
Gardner pada tahun 1960-an. Teori ini menyatakan bahwa tujuan
belajar adalah untuk memanusiakan manusia serta memandang
manusia dari aspek filosofis dan psikologisnya (Schunk, 2012). Ada
beberapa prinsip yang digunakan teori ini.
a. Siswa dikatakan belajar optimal apabila materi memiliki relevansi
dengan kebutuhan dan dunianya; b. Belajar harus sesuai dengan persepsi tentang diri pelajar;
c. Belajar akan lebih efektif dan bermakna jika siswa terlibat
langsung dan mempraktikkannya;
d. Belajar menjadi menyenangkan jika siswa mengetahui
manfaatnya;
e. Kebermaknaan belajar diperoleh jika didasarkan pada kesadaran
bukan paksaan;
f. Siswa akan mudah memahami materi jika lingkungan kondusif,
tenang, dan mendukung;
g. Guru berperan sebagai fasilitator.
Teori Kognitif
Teori ini berkembang pada abad 20-an. Menurut teori ini belajar
adalah pengaturan stimulus struktur kognitif yang telah terorganisir
dalam pikiran siswa berdasarkan pengalaman-pengalaman
sebelumnya (Schunk, 2012). Beberapa prinsip yang dipegang oleh
teori ini yaitu:
a. Belajar merupakan kegiatan yang berangsur-angsur;
b. Belajar harus diawali dari yang mudah menuju ke sulit atau dari
yang konkret menuju ke abstrak;
c. Latar belakang pengetahuan siswa harus diketahui untuk
menentukan langkah berikutnya;
d. Pembelajaran berpusat pada siswa dengan mengedepankan
proses berpikir;
e. Materi dan model menjadi kunci suksesnya pembelajaran;
f. Stimulus dari guru diperlukan untuk membangkitkan rasional
siswa
Teori Sibernetik
Teori ini mirip dengan teori Kognitif yaitu mengandalkan
pengolahan informasi untuk proses berpikir. Proses belajarsibernetik
ditentukan oleh sistem informasi dan proses pengolahannya (Maltz,
2015). Cara belajar sibernetik dapat terjadi apabila siswa mengolah
informasi yang diterima, memantau proses pengolahannya, dan
menyusun strategi yang tepat sesuai informasi tersebut. Beberapa
hal yang harus diperhatikan saat menerapkan teori ini, Selengkapnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar