Rabu, 07 Juni 2023

Teori Belajar Bahasa Indonesia



Teori Konstruktivisme
Teori ini dicetuskan oleh dua ahli yaitu Lev Vygotsky dan Jean Piaget pada tahun 1978 (Schunk, 2012). Beberapa pembelajaran yang menggunakan teori ini memiliki karakteristik: a. menekankan pada proses belajar bukan mengajar; b. siswa didorong mandiri dan inisiatif; c. siswa didorong melakukan penyelidikan; d. peran pengalaman kritis saat belajar; e. rasa ingin tahu didorong secara alami;

Teori Behaviorisme
Teori ini dicetuskan oleh B. F. Skinner, Ivan Pavlop,J. B. Watson, dan E. L. Thorndike pada tahun 1920-an. Teori ini menyatakan bahwa perubahan perilaku manusia dipengaruhi oleh stimulus. Ada beberapa prinsip dalam teori ini (Takemura, 2014): a. Proses belajar harus mengikuti karakteristik siswa; b. Hasil belajar harus disampaikan kepada siswa, jika salah segera diperbaiki, jika benar segera dikuatkan; c. Tidak boleh memberikan hukuman; d. Guru lebih banyak memberikan instruksi daripada ceramah, disertai contoh; e. Pembelajaran berorientasi pada tindakan dan hasil yang dapat diukur; f. Pengulangan dan latihan diperlukan untuk menjadikan pembiasaan; g. Perilaku diharapkan mendapat penguatan positif, perilaku tidak diharapkan mendapat penguatan negatif.

Teori Humanistik
Teori ini dicetuskan oleh A. Maslow, Carl Rogers, dan Howard Gardner pada tahun 1960-an. Teori ini menyatakan bahwa tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia serta memandang manusia dari aspek filosofis dan psikologisnya (Schunk, 2012). Ada beberapa prinsip yang digunakan teori ini. a. Siswa dikatakan belajar optimal apabila materi memiliki relevansi dengan kebutuhan dan dunianya; b. Belajar harus sesuai dengan persepsi tentang diri pelajar; c. Belajar akan lebih efektif dan bermakna jika siswa terlibat langsung dan mempraktikkannya; d. Belajar menjadi menyenangkan jika siswa mengetahui manfaatnya; e. Kebermaknaan belajar diperoleh jika didasarkan pada kesadaran bukan paksaan; f. Siswa akan mudah memahami materi jika lingkungan kondusif, tenang, dan mendukung; g. Guru berperan sebagai fasilitator.

Teori Kognitif
Teori ini berkembang pada abad 20-an. Menurut teori ini belajar adalah pengaturan stimulus struktur kognitif yang telah terorganisir dalam pikiran siswa berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya (Schunk, 2012). Beberapa prinsip yang dipegang oleh teori ini yaitu: a. Belajar merupakan kegiatan yang berangsur-angsur; b. Belajar harus diawali dari yang mudah menuju ke sulit atau dari yang konkret menuju ke abstrak; c. Latar belakang pengetahuan siswa harus diketahui untuk menentukan langkah berikutnya; d. Pembelajaran berpusat pada siswa dengan mengedepankan proses berpikir; e. Materi dan model menjadi kunci suksesnya pembelajaran; f. Stimulus dari guru diperlukan untuk membangkitkan rasional siswa

Teori Sibernetik 
Teori ini mirip dengan teori Kognitif yaitu mengandalkan pengolahan informasi untuk proses berpikir. Proses belajarsibernetik ditentukan oleh sistem informasi dan proses pengolahannya (Maltz, 2015). Cara belajar sibernetik dapat terjadi apabila siswa mengolah informasi yang diterima, memantau proses pengolahannya, dan menyusun strategi yang tepat sesuai informasi tersebut. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat menerapkan teori ini, Selengkapnya...


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendekatan Kontekstual

 a. Pengertian Pendekatan Kontekstual  Pendekatan kontekstual yaitu teori belajar mengajar yang memudahkan guru menautkan antara materi...