Jumat, 16 Juni 2023

CURRENT ISSUES PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA ANAK

Dewasa ini, komunikasi adalah elemen sangat penting untuk mendukung kehidupan manusia. Komunikasi merupakan sebuah proses transisi informasi dari satu orang ke orang lain (Roel, B.D., Ross, 2011). Jika orang tidak dapat menguasai bahasa, penyebab yang akan di timbulkan adalah kegagalan untuk berkomunikasi dan konsekuensi serius bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya. Sebagai contoh dalam bidang pendidikan, yang mana guru gagal dalam berkomunikasi dengan muridnya, memiliki kemungkinan besar bahwasanya siswa tersebut tidak akan merasa percaya diri untuk tampil di acara sekolah. Kesimpulan yang dapat diambil adalah penguasaan bahasa menjadi bagian yang sangat penting dalam hal berkomunikasi.

Akhir-akhir ini, telah terjadi pergeseran dalam bidang pembelajaran dan pengajaran bahasa dengan penekanan yang lebih besar pada belajar dan mengajar pada guru. Yang mana pergeseran fokus dari guru ke peserta didik telah menyebabkan para peneliti untuk melakukan studi yang berbeda tentang karakteristik peserta didik dan situasi belajar (Esim Gürsoy and Elif EkEn, 2018); (Bialystok, 1981). Dengan demikian, peserta didik dan perannya dalam hal proses pembelajaran telah menjadi perhatian utama di sebagian besar dari penelitian.

Sejalan dengan pergeseran minat baru ini, pertanyaan muncul tentang bagaimana pelajar memproses informasi yang baru yang mana telah menjadi penting dan ini semua akan mendorong peneliti untuk menyelediki strategi pembelajaran bahasa dari pelajar (Cohen, 1998); (O’Malley, J. M. and Chamot, 1990); (Oxford, 1990); (Wenden, A. and Rubin, 1987). Hal inisesuai pernyataan dari Nyikos dan Oxford bahwasanya belajar itu dimulai dari pelajar itu sendiri (Nyikos, M. and Oxford, 1993). Oleh sebab itu, belajar seharusnya dianggap sebagai kompetensi utama yang diharuskan untuk dilengkapi oleh peserta didik (Strakova, 2013).

Program sastra kontemporer anak-anak yang dilaksanakan oleh pusat pengembangan kurikulum bertujuan untuk mempromosikan membaca. Dalam sebuah penelitian oleh Kow, mengatakan bahwa negasi dalam sastra anak-anak memiliki ketegangan antara apa yang orang dewasa pahami sebagai sastra anak-anak dan apa yang dibayangkan oleh anak tersebut sebagai sastra (Kow, 2006). Maka pertanyaan akan muncul di benak kita bahwasanya apakah anak-anak seharusnya mendapatkan kesenangan dari apa yang mereka baca yaitu buku atau mereka belajar darinya?

Sebuah minat baru dalam sastra secara bertahap muncul di dalam kurikulum bahasa asing seperti yang ditunjukkan dalam studi terbaru (misalnya (Hall, 2015); (Matos, 2012); (Paran, 2010); (Sell, 2015) membuktikan relevansi yang berkembang dari pendekatan pedagogis untuk pengajaran dan pembelajaran bahasa asing. Hal ini juga memberikan praktik dimana siswa untuk mengembangkan keterampilan bahasa, karena literatur-literatur menghadapkan kepada siswa pada tema yang lebih kompleks dan penggunaan bahasa yang terkini (Lazar, 1993). Selain itu juga, siswa yang berasal dari luar daerah tempat mereka tinggal menuntut pendekatan yang berbeda dari dimensi budaya (Matos, 2012). Studisastra memberikan kontribusi di kelas bahasa yang memberikan para siswa ini keterampilan antarbudaya yang semakin diperlukan di dunia global kontemporer. Sebagai seorang pendidik, kita dapat menggunakan studi sastra untuk mempersiapkan siswa yang menghadapi kompleksitas dunia global. Selengkapnya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendekatan Kontekstual

 a. Pengertian Pendekatan Kontekstual  Pendekatan kontekstual yaitu teori belajar mengajar yang memudahkan guru menautkan antara materi...